Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

PKS kabupaten Sukabumi calonkan Ir.Totong Suparman sebagai Balon Bupati

Written By PKS LabuhanRatu on Senin, 23 Februari 2015 | 05.18

PKSPalabuhanratu.org -Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya PKS Kabupaten Sukabumi secara resmi memunculkan  Ir. Totong Suparman sebagai Balon Pilkada Kabupaten Sukabumi yang akan diselenggarakan sekitar bulan Desember 2015. keputusan ini merupakan hasil permusyawaratan yang cukup panjang, ditambah beberapa indikator yang mendasari mengapa PKS harus memilih Ir. Totong Suparman  sebagai kader internal yang akan diusung.  Dari hasil survey yang dilakukan oleh partai,  kepada seluruh bakal calon Bupati di Kabupaten Sukabumi, dan tahap seleksi melalui Pemira  Ir.Totong Suparman  masuk dalam 7 besar. Dari hasil itu, DPW dengan persetujuan DPP mengamahkan beliau untuk maju sebagai kandidat calon bupati.

Setelah ada pengumuman ini, kader diharapkan untuk mensosialisasikannya ke masyarakat agar tokoh PKS ini bisa diterima dan dikenal masyarakat sehingga bisa melanjutkan kepemimpinan di kabupaten Sukabumi. Sebagaimana diketahui, Bupati Sukabumi H. Sukmawijaya merupakan kader PKS dan sudah 2 periode menjabat, maka pemerintahan di Kabupaten Sukabumi periode  2015-2020 insya Allah akan dipimpin oleh kader PKS kembali. 

Pada beberapa hari yang lalu dalam sebuah kegiatan, Ketua DPD PKS kabupaten Sukabumi Ir. Totong Suparman mengatakan Pilkada 2015 ini harus dimenangkan oleh kader terbaik, untuk melanjutkan Kabupaten Sukabumi lebih maju dan Sejahtera. PKS tidak mungkin sendiri karena berdasarkan aturan mengharuskan untuk berkoalisi,  karena baru memiliki enam kursi di DPRD. Salah satu upayanya adalah menjalin komunikasi yang inten dengan sejumlah kekuatan politik dari partai politik. 

Partai manakah yang akan diajak berkoalisi dengan PKS?  Suami dari Ary Ruspitasari ini  menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penjajakan komunikasi dengan beberapa partai jelasnya. (SM)

RKI Gelar Seminar Islamic Hypnoparenting

Written By PKS LabuhanRatu on Minggu, 18 Januari 2015 | 13.36

PKSPalabuhanratu.org - Palabuhanratu - Rumah Keluarga Indonesia ( RKI ) Wilayah IV Palabuhanratu Sabtu 17/01/2015 bertempat di gedung PKK Palabuhanratu menggelar seminar peningkatan pengetahuan orang tua tentang seni mendidik anak ala Rasulullah dengan metode Islamic hypnoparenting  yang dinilai akan lebih memudahkan bagi orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Seminar  ini dibuka oleh Ketua RKI wilayah IV Palabuhanratu Reni Sukmawati, S.Pd.I, Dalam sambutannya Reni mengatakan bahwa anak merupakan amanah dari Allah yang merupakan fitnah (ujian) bagi orang tuanya, oleh karena itu orang tua wajib mendidik anak-anaknya,  dengan seminar ini diharapkan akan mendatangkan manfaat bagi orang tua dalam mendidik sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah. Para peserta diharapkan akan mendapatkan informasi serta pemahaman yang berguna sehingga dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari dalam mendidik anak agar menjadi anak yang kuat di masa akan datang.

Acara seminar diikuti oleh sekitar 80 orang peserta dari beberapa perwakilan kecamatan yang ada di wilayah IV Palabuhanratu. Seminar ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKS Leni Liawati, S.Si. 

Narasumber dalam acara seminar  tersebut pihak panitia menghadirkan, yaitu Septian El syakir, S.EL, CNLP, CHT, CI (Pelopor Hypnotherapy Syariah) yang memberikan materi pemaparan mengenai Tumbuh Kembang Anak,  Teori Hypnoparenting. Peserta tanpaknya terhypnotis mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir. (SM)

Wisatawan yang menuju kawasan wisata Palabuhanratu di harapkan hati-hati

Written By PKS LabuhanRatu on Rabu, 31 Desember 2014 | 06.04

PKSPalabuhanratu.org - Kawasan wisata Palabuhanratu yang didominasi wisata pantai dan sungai masih menjadi primadona wisatawan untuk mengisi liburan sekolah yang bertepatan dengan libur tahun baru. Wisatawan yang mengunjungi objek kawasan wisata Palabuhanratu ini kebanyakan didominasi wisatawan lokal dari Sukabumi dan Jabodetabek. 

Menurut pantauan admin, Selasa/30/12/2014 sepanjang pantai mulai dari pantai Karangsari, pantai Citepus, Pantai Cimaja, Pantai Karangpapak, Pantai Karang Hawu, Pantai Kebon Kalapa, Pantai Pajagan, Pantai Cibangban  serta wisata sungai seperti pemandian air panas Cisolok sudah mulai rame dipadati oleh wisatawan. Hotel dan penginapan yang ada di kawasan wisata Palabuhanratu pun mulai penuh dan banyak yang membuking. Puncaknya diprediksi hari ini wisatawan akan membanjiri kawasan wisata Palabuhanratu untuk merayakan pergantian malam tahun baru.

Akan tetapi, kebahagiaan mengisi liburan ini juga harus diperhatikan untuk keselamatan wisatawan. wisatawan dihimbau untuk menjaga keselamatan jiwanya, dilarang mandi di pantai. Karena, pantai yang ada di Palabuhanratu ini mempunyai gelombang yang cukup besar dan tinggi.

Selain itu, bagi wisatawan yang membawa kendaran roda dua ataupun roda empat diharap hati-hati ketika berada di jalan. Karena, menuju kawasaan wisata Pantai Palabuhanratu sepanjang jalan dipenuhi pohon-pohon yang sudah tua. dikhawatirkan pohon tumbang apalagi sekarang musim penghujan dan angin kencang.

TAHUN BARU DALAM PANDANGAN SYARIAT ISLAM

PKSPalabuhanratu.org - Moment pergantian tahun begitu sangat dinantikan oleh setiap orang. Tak jarang diantara mereka yang menyambutnya dengan berpesta ria, meniup terompet di detik-detik terakhir pergantian tahun dan lain-lain. Seakan moment tahun baru merupakan moment istimewa yang tak boleh terlewatkan.
 
Lalu, bagaimana pandangan menurut kaca mata syar'i dalam hal ini ? Benarkah tahun baru harus kita sambut dengan spesial? Semisal saling mengucapkan ucapan selamat, lewat lisan atau tulisan yang kita tulis di kartu ucapan tahun baru. Sedemikian istimewakah makna tahun baru bagi umat manusia terutama kaum muslim?

Coba perhatikan pernyataan Al Imam Ibnu Tammiyah radhiaallahu anhu.
Adapun mengucapkan selamat terhadap syiar-syiar keagamaan orang-orang kafir yang khusus bagi mereka, maka hukumnya haram menurut kesepakatan para ulama, seperti mengucapkan selamat terhadap hari-hari besar mereka dan puasa mereka, seperti mengucapkan semoga hari besar ini diberkahi, dsb.

Sedang Umar bin Khatab ra berkata, terkait dengan momentum tahun baru Masehi atau hari-hari besar lain yang merupakan hari-hari besar orang-orang Yahudi dan Nasrani.
"Janganlah kalian mengunjungi kaum Musyrikin di gereja-gereja ( rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka". (HR. Al Baihaqi, no.18640)

Dari hadist tersebut, jelaslah sudah kalau mengucapkan selamat atau ikut serta dalam merayakan hari-hari besar kaum musyrikin (Tahun baru, Natal, Valentine,dll) hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam. Karena moment tahun baru atau moment-moment lainnya merupakan pencampur adukan antara Al Haq dan kebathilan. Yang lebih banyak nilai mudharatnya, ketimbang sisi positifnya.
 
Sebagai umat Islam tentunya kita harus konsekwen terhadap keyakinan/akidah yang kita anut, karena sesungguhnya merayakan moment tahun baru itu bukanlah budaya Islam, jadi janganlah sekali-kali terpengaruh dan mengadopsinya menjadi bagian dari budaya kaum muslimin.

"Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran". (QS. Al-Baqarah:109)

Coba perhatikan ayat tersebut ! Sesungguhnya, moment tahun baru itu salah satu tipu muslihat orang-orang musyirikin untuk menyesatkan kaum muslimin dari jalan kebenaran, jalan yang penuh dengan cahaya rahmat dan karunia-Nya. Karena sejatinya, kaum musyirikin itu mengetahui kalau agama Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, sehingga hati mereka menjadi dengki dan berusaha mengembalikan keyakinan kaum muslimin pada kekafiran agar jauh dari cahaya Allah.

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang kafir itu, niscaya mereka akan mengembalikanmu kebelakang ( Kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang merugi. (QS. Ali Imran:149)

Sahabatku, apakah kita mau menjadi orang-orang yang merugi? Tentunya, tak ada seorang pun diantara kita yang ingin menjadi orang yang merugi dan amal ibadahnya tertolak oleh Allah Swt. Kalau demikian, mari bersama-sama bersiaga dalam menghalau datangnya budaya kaum musyirikin yang mereka proklamirkan lewat liberalisme, modernitas dan premisivisme budaya.

Daripada merayakan tahun baru dengan berpesta pora, hendaknya kita isi hari-hari kita dengan dzikir dan takhmid kepada Allah, agar hari esok selalu lebih baik dari hari ini. Melakukan tafakur panjang, sangat dianjurkan sebagai bahan renungan dan cermin terhadap eksistensi kita dalam menjalankan dan menegakan syariat Islam selama satu tahun. Mencoba mengingat balik amalan ibadah yang telah kita lakukan selama ini, sudah baikkah kuantitas ibadah kita ? Berapa umur kita sekarang? Masihkah kita bisa menikmati kehidupan untuk satu tahun yang akan datang? Karena setiap waktu bergulir, maka jatah hidup kita pun berkurang.

Seperti perkataan Iman Soyfan Tsauri,
"Sesungguhnya, aku sangat menginginkan satu tahun saja dari seluruh usiaku, seperti Ibnu Mubarak. Tapi aku tak mampu melakukannya, bahkan dalam tiga hari sekalipun". (Nuzhatul Fudhala,2/655)

Hidup didunia hanya selayang pandang, ia begitu singkat sesingkat kilat. Sehingga kita harus memanfaatkan waktu yang ada dengan sefisien mungkin untuk beribadah, karena itulah hakikat hidup manusia di dunia. Untuk melakukan amal sholeh dan beribadah kepada Allah Swt. Bahkan Rasulullah pun bersabda terkait dengan umur manusia.
"Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun". (HR. Turmudzi).

Jadi, mari kita bersama-sama memanfaatkan waktu yang tersisa dan meningkatkan kuantitas ibadah kita kepada Allah Swt. Menjadikan momentum tahun baru untuk mengingat mati. Bayangkan dan renungkan! Bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk kehidupan diakhirat nanti. Apakah kita akan dimasukan kedalam golongan yang menempati Surga-Nya ataukah nerakaNya? Sudah cukupkah bekal kita ? Sahabatku, selagi masih ada waktu mari kita berbenah diri sebelum semuanya menjadi terlambat. 
sumber: https://www.facebook.com/notes/al-quran-dan-hadis/tahun-baru-dalam-pandangan-syariat islam /489407618393


Balaslah Kebaikan Orang Lain Niscaya Kalian Menjadi Hamba Yang Paling Dicintai Allah

Written By PKS LabuhanRatu on Selasa, 30 Desember 2014 | 05.33

PKSPalabuhanratu.org - Berterima kasih atas pemberian orang lain adalah perangai terpuji. Setiap muslim hendaknya menghiasi diri amal seperti ini.  Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (Ar-Rahman: 60)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan umatnya agar membalas kebaikan orang lain, sebagaimana sabdanya:
“Barangsiapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila ia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya. Jika ia memujinya, maka ia telah berterima kasih kepadanya; namun jika menyembunyikannya, berarti ia telah mengingkarinya…” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad. Lihat Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 157)

Sungguh ketika seseorang berbuat baik pada diri kita, maka ia telah mengorbankan apa yang ada pada dirinya untuk kita apakah berupa tenaga, pikiran, harta, perasaan, waktu, dll.  Oleh karenanya, seseorang tersebut yang mencurahkan semuanya itu untuk diri kita atau untuk apa yang kita sukai dengan hati yang tulus, maka orang tersebut  berhak dibalas kebaikannya dan disyukuri pemberiannya.

Apabila kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita dan memaafkannya, tentu orang yang berbuat baik kepada kita lebih layak untuk kita membuat kebaikan kepadanya.

Perlu diketahui juga, dalam Islam orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima. Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima pemberian).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, hendaknya kita menjadi umat yang suka memberi daripada banyak menerima. Jika kita menerima pemberian, berbalas budilah!, karena seperti itulah contoh dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menerima hadiah (pemberian selain shadaqah) dan membalasnya.” (Shahih Al-Bukhari no. 2585)

Berbalas budi, di samping merupakan perangai yang disukai oleh Allah dan terpuji di tengah masyarakat- adalah salah satu cara untuk mencegah timbulnya keinginan mengungkit-ungkit pemberian yang bisa membatalkan amal pemberiannya.


 

Warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel

PKSPalabuhanratu.org - Seorang anak Palestina telah tewas dan terluka lagi di pos pemeriksaan Zaatara di Tepi Barat yang diduduki .

Militer Israel telah menembak mati seorang warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki di pos pemeriksaan Zaatara selatan kota Nablus , kata para pejabat keamanan Palestina .

Tembakan militer Israel dan menewaskan Imam Dwikat usia 17 tahun pada hari Senin setelah tentara bentrok denan sekelompok warga palestina melemparkan batu di dekat pos pemeriksaan Zaatara . Seorang pria Palestina 19 tahun terluka dalam insiden yang sama .

Pasukan Israel mengatakan mereka telah menembakkan tembakan peringatan ke udara dan ketika tembakan-tembakan tidak membubarkan kerumunan , tentara menanggapi dengan senapan api . Sebuah penyelidikan militer sedang berlangsung .

Hampir 20 warga Palestina tewas oleh tentara Israel di Tepi Barat sejak Juni , menurut hitungan AFP .
sumber :
Al Jazeera

PKS Kabupaten Sukabumi mengadakan acara Mukhayam

Written By PKS LabuhanRatu on Senin, 29 Desember 2014 | 05.51

PKSPalabuhanratu.org - Sekitar 80 Kader PKS Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan Lailatul Kaibah yang dilaksanakan Sabtu-Ahad (27-28 Desember 2014) bertempat di Villa Dr. H. Ibrahim di Subang Jaya Sukabumi. 

Kegiatan yang di laksanakan 2 hari itu dikemas dengan kegiatan mukhayam ( kemping).  Seluruh peserta berkumpul di DPD Kota Sukabumi jalan Selabintana dan berjalan kaki menuju lokasi yang berjarak kurang lebih 3 Km. 

Kegiatan yang diadakan oleh dua bidang yakni kaderisasi dan BKO di DPD PKS kabupaten Sukabumi ini, mempunyai tujuan selain untuk memperkuat ruhiyah juga jasadiah kader. Hal ini dikatakan oleh ketua BKO DPD Kabupaten Sukabumi Narno Firmansyah pada acara penutupan. 

"Kegiatan ini mempunyai tujuan selain untuk memperkuat ruhiyah juga jasadiah,  walaupun Mukhayam tahun ini lebih banyak  hiburan" Ungkap Narno.

Dalam kegiatan ini panitia juga mendatangkan pemateri dari unsur TNI, BPBD, dan Volunteer Panthera (komunitas pecinta alam) Untuk menambah wawasan peserta. Selain itu, peserta disuguhi kegiatan out bond untuk menguji adrenalin peserta. Peserta begitu antusias mengikuti seluruh kegiatan dari awal sampai selesai.(SM)



Wanita Yang Berada di Luar Rumah

Written By PKS LabuhanRatu on Kamis, 25 Desember 2014 | 07.55

PKSPalabuhanratu.org -Allah SWT memberikan satu perintah kepada para istri Rasulullah yang juga berlaku bagi seluruh wanita.
“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al-Ahzab: 33)

Jadi Allah telah menerapkan bahwa tugas utama wanita ada di dalam rumah, sebagai ibu rumah tangga, mengurus suami dan anak-anaknya. Karenanya, ia wajib diberikan nafkah oleh ayahnya sebelum menikah, atau oleh suaminya setelah ia menikah. Ketika suami atau ayahnya tidak ada, maka kewajiban memberikan nafkah berpindah kepada kerabat dekat. Kecuali ia seorang wanita yang kaya.

Seandainya wanita dan laki-laki sepakat untuk memilih gaya hidup lain, dimana wanita juga melakukan hal-hal yang dilakukan laki-laki, sebagaimana kehidupan dunia barat, suami istri bekerja diluar rumah, urusan rumah tangga pun dilakukan berdua, dengan pembagian tugas masing-masing. Lalu apa akibat buruk yang ditimbulkan oleh gaya hidup seperti ini?

1.    Hubungan suami dengan istri menjadi terganggu. Keduanya tidak merasakan ketentraman. Anak-anak tidak dapat merasakan asuhan dan kasih sayang yang utuh. Sang ibu juga tidak memiliki kesempatan banyak untuk memberikan kasih sayang kepada anaknya.

2.    Istri akan merasa bahwa ia mampu hidup tanpa suami. Seorang suami juga tidak banyak  berpengaruh dengan kematian istri. Sehingga pernikahan selalu berada di bibir jurang kehancuran.

3.  Dengan gaya hidup seperti ini, wanita meringankan beban memberi nafkah dari pundak orang lain. Sehingga saat memasuki usia tua, ia akan menderita, karena tetap terbebani untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

4. Wanita akan hilang sifat kewanitaanya. Ia sudah tidak sanggup melakukan tugas utamanya, mengandung dan mengasuh anak untuk meneruskan estafe kehidupan.

5.    Ikatan sosial menjadi berantakan. Tidak ada keluarga dan tidak ada rasa kasih sayang. Tidak sedikit Ayah yang tidak mengetahui perilaku anaknya, dan ibu yang hidupnya terombang ambing. Hari ibu tidak lebih dari perlambang putusnya ikatan keluarga, hingga mereka membutuhkan satu hari untuk mengenang bahwa mereka mempunyai ibu dan ayah.

6.      Lemahnya ikatan keluarga menjadikan seorang anak kehilangan kasih sayang. Pemandangan seperti ini banyak menimpa anak-anak muda di negara-negara Barat. Mereka menjadi generasi yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar dan banyak melakukan kerusakan.

Masih banyak lagi akibat buruk yang ditimbulkan oleh gaya hidup seperti ini. Bahkan, bisa dikatan bahwa kehidupan manusia akan terancam dengan penyimpangan semacam ini. Tentu saja yang kami bicarakan adalah manakala yang menjadi tradisi di masyarakat, wanita tidak lagi bertugas mengurus suami dan anaknya, serta tidak memnuhi aturan Islam ketika berada di luar rumah.

Adapun jika yang menjadi tradisi “wanita bertugas di dalam rumah”, lalu ketika ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan ia berada di luar rumah, ia tetap memenuhi aturan-aturan Islam, tentu ini diperbolehkan. (sumber: buku Al-Islam jilid 2, hal. 485-486 karya Sa'id Hawwa)



SERBA-SERBI

Setujukah Anda, HAMAS Membuka Kantor Perwakilan di Indonesia?

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Palabuhanratu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger