Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Pidato di Rakornas PKS, Prabowo: Ojo Lali, Ojo Dumeh, Ojo Ngoyo

Written By PKS LabuhanRatu on Selasa, 12 Januari 2016 | 16.40

PKSPalabuhanratu.org - Depok (12/1) - Forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS di Depok kali ini ada yang berbeda. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto didaulat menjadi pembicara tunggal dalam sesi Leadership Talk di hadapan peserta Rakornas.

Mantan Danjen Kopassus tersebut menyampaikan tiga hal prinsip utama dalam menjalankan kepemimpinan. Tiga prinsip itu didapatnya dari Presiden Suharto saat dirinya masih aktif sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Saat saya masih aktif di tentara, dan akan ditugaskan ke daerah operasi, saya pernah dipanggil Presiden Suharto. Dipanggil presiden yang juga jenderal bintang empat, saya berpikir akan diberi sangu (bekal). Apalagi beliau juga mertua. Tenyata pertemuan tidak sampai lima menit. Presiden hanya berpesan Ojo Lali, Ojo Dumeh, Ojo Ngoyo. Jadi ini 'sangu' untuk saya," ujar Prabowo dalam Leadership Talk di ajang Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/1/2016).

Prabowo mengungkapkan tiga hal tersebut hingga saat ini masih dipakai sebagai prinsip dalam menjalankan amanah kepemimpinan di berbagai bidang. Ojo Lali, lanjut Prabowo, berarti jangan lupa terhadap ajaran-ajaran yang pernah diterima dalam hidup, baik ajaran agama, militer, sosial budaya, maupun ajaran dari orang tua.

Ojo dumeh, lanjut Prabowo, berarti jangan sombong dalam kehidupan. Dalam organisasi, seorang pemimpin harus selalu berada di depan dan memberikan teladan kepemimpinan. Pemimpin harus mampu mengayomi yang dipimpinnya.

Ojo Ngoyo, berarti jangan memaksa hal-hal yang di luar kemampuan. Menurut Prabowo, pemimpin harus bekerja keras dan maksimal dalam berusaha sebaik mungkin mencapai target-target dan menerima apapun hasilnya.

"Pelajaran tiga kalimat dari Pak Harto itu nilainya sangat sulit untuk dikuantifikasi. Sampai sekarang di bidang militer, bisnis, dan politik saya pakai sebagai alat kepemimpinan saya. Saya tidak lupa dengan ajaran-ajaran yang saya terima, tidak sombong dan tidak memaksakan diri. Selalu berusaha yang terbaik dan menerima apapun hasilnya tanpa harus memaksakan diri," cetusnya.

Prabowo pun mendapat tepuk tangan meriah dari 800 peserta Rakornas PKS selepas memberikan pidatonya selama lebih dari satu jam.

Rakornas dihadiri pimpinan pusat PKS antara lain Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro Periode 2010-2015 KH Hilmi Aminuddin, Sekjen Taufik Ridho, Ketua MPP Suharna Surapranata, Ketua DSP Surahman Hidayat, Ketua FPKS DPR RI Jazuli Juwaini, dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (sumber: pks.or.id)

Sohibul Iman: Kemenangan PKS Tertinggi di Pilkada Serentak

PKSPalabuhanratu.org - Depok (12/1) - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengapresiasi keberhasilan partainya dalam Pillada serentak pada 9 Desember 2015 lalu. PKS meraih kemenangan tertinggi dibandingkan dengan partai lain.

“Alhamdulillah PKS menjadi partai dengan persentase kemenangan tertinggi di pilkada 2015, lebih dari 50 %," ujar Sohibul Iman dalam sambutan pembukaan Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/1/2016).

Rakornas PKS dihadiri lebih dari 800 ketua bidang/badan struktur pimpinan PKS dari tingkat pusat hingga daerah. Dari Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS hadir Sekjen Taufik Ridho, Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Surahman Hidayat dan Ketua MPP Suharna Surapranata. Hadir juga Wakil Ketua DPR yang juga kader PKS Fahri Hamzah dan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini.

Menurut Sohibul Iman, raihan kemenangan PKS dalam Pilkada serentak lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan sekitar 40 %. Kesuksesan besar PKS dalam Pilkada serentak 2015, lanjut mantan wakil ketua DPR ini, menjadi modal baik untuk Pilkada serentak berikutnya tahun depan.

Dia menambahkan, keberhasilan PKS tersebut menjawab dugaan banyak pihak yang menilai PKS tak akan mencapai kesuksesan di pilkada dan hanya menempati posisi keempat.

"Ini juga menjawab keraguan. Walau diluar kabinet, PKS berhasil meraih kemenangan besar di pilkada 2015. Ini tanda yang bagus, persiapan bagi PKS untuk bersiap menyambut pilkada 2017 di bulan februari,” tegas Sohibul Iman.

Dalam Pilkada serentak yang digelar 9 Desember 2015 lalu, PKS mendukung dan mengusung pasangan calon kepala daerah di 173 Pilkada. Dari jumlah itu, paslon yang didukung PKS menang di 88 Pilkada, atau sekitar 50,9 %. Persentase ini melampaui keberhasilan partai-partai lain yang rata-rata mencapai kemenangan di bawah 50 %. (sumber:pks.or.id)

Bantuan Kuwait Untuk Rekontruksi Gaza Ditanda Tangani Bulan ini

Written By PKS LabuhanRatu on Senin, 11 Januari 2016 | 15.28

PKSPalabuhanratu.org - GAZA – Menteri pekerjaan umum dan perumahan pemerintah kesepakatan nasional, Mufid Hasayinah mengatakan, pihaknya sedang merampungkan persiapan akhir guna penanda tanganan bantuan dana Kuwait untuk rekontruksi Gaza pada bulan ini.

Hasayinah menjelaskan, penanda tanganan hibah bantuan akan dilakukan pada bulan ini. Pihaknya sudah mengirimkan surat ke kantor teknik dari Gaza untuk memantai secara teknis dengan negara Kuwait. Menurutnya, masalah donasi Kuwait untuk rekonstruksi Gaza akan segera cair. Diperkirakan penanda tanganan dengan para pemilik rumah daam beberapa hari ke depan.

Nilai bantuan yang diberikan Kuwait sebesar 200 juta dollar, 75 juta dollar diantaranya diperuntukan untuk rekonstruksi rumah yang rusak total akibat agresi pada tahun 2014 lalu. Sementara yang lainya akan dibagi dalam beberapa proyek infra setruktur dan pembangunan stasiun penyulingan air. (mk/knrp)

Apakah Yahudi Berhak Atas Palestina Berdasarkan Perspektif Agama dan Sejarah??

PKSPalabuhanratu.org - Apakah Yahudi Berhak Atas Palestina Berdasarkan Perspektif Agama dan Sejarah??
Orang-orang Yahudi mengklaim bahwa mereka memiliki hak atas tanah Palestina. Klaim tersebut tidak berdasar bila dilihat dari perspektif sejarah dan prespektif agama.

Pertanyaan berikut bisa dimunculkan di awal sebelum jauh membahas tema di atas: Mengapa klaim hak Yahudi atas Palestina tidak muncul pada abad lalu? Bahkan mengapa tidak muncul ketika awal dibentuknya politik Organisasi Zionis di bawah pimpinan "Hertzel"? Faktanya, Palestina bukan sebagai negara yang direncanakan sejak awal menjadi Negara kaum Yahudi. Sejumlah negara diAfrika dan Amerika Selatan telah diproyeksikan menjadi Negara bagi kaum Yahudi sebelum kemudian beberapa dekade selanjutnya, muncul ide Palestina sebagai tanah yang dijanjikan.

Hertzel dan rekan-rekannya telah mencoba untuk mendapatkan tempat di Mozambik dan kemudian di (Kongo) Belgia, begitu juga "Max Nordo" atau biasa disebut Afrika, dan "Chaim Aziman" di Uganda, dan diusulkan pula (Argentina) pada tahun 1897 dan (Siprus) pada tahun 1901, dan (Sinai) pada tahun 1902 dan kemudian (Uganda)lagi pada tahun 1903 atas saran dari pemerintah Inggris.

Hertzel dilanda kekecewaan karena Yahudi belum juga menetapkan keputusan untuk  memiliki Negara Yahudi, baik karena alasan ideologis atau karena minimnya kemauan mereka untuk meninggalkan Negara tempat mereka tinggal. Bahkan pada konferensi yang diadakan di kota Piladelphia pada akhir abad ke sembilan belas para Rabi Yahudi mengeluarkan pernyataan: “sesungguhnya ajaran yang diusung oleh Yahudi tidak sesuai dengan pembentukan unit politik”.

Hertzel memikirkan bagaimana cara menghadapi situasi ini, dan akhirnya pikirannya menuntun untuk merubah topik ini ke ranah ideologi Yahudi dan menjadikannya sebagai isu agama untuk mengobarkan emosi warga yahudi . Dia percaya bahwa Palestina adalah satu-satunya tempat yang cocok untuk ide dan seruannya. Karena bagi orang-orang Yahudi, Palestina memiliki hubungan sejarah dengan mereka oleh sebab mereka memiliki tempat-tempat suci agama yang ada di Palestina.

Zionisme menghubungkan ide perebutan tanah Palestina dengan ajaran agama Yahudi dengan alasan mengobarkan emosi dan menarik orang-orang Yahudi.

Ide Hertzel akhirnyamendapat penerimaan luas di kalangan Yahudi, meskipun kondisi itu terjadi setelah kematiannya. Maka pada konferensi Yahudi seDunia pada tahun 1906, setahun setelah kematianHertzel, diangkat tema ‘Tanah Air Yahudi adalah Palestina’. sumber:http://www.aspacpalestine.com/id

Gubernur Lakukan Pemindahan Pejabat Esselon II

PKSPalabuhanratu.org - BANDUNG-Gubernur Ahmad Heryawan, Senin (11/1) melakukan Pengangkatan dan Pemindahan Dalam Jabatan pimpinan Tertinggi Pratama atau Struktural Esselon II di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bertempat di Aula Barat Gedung Sate Bandung.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 821.2/Kep.50-BKD/2016 terdapat 12 pejabat esselon II yang diangkat dan dilakukan pemindahan.

Ir. Yerry Yanuar, MM jabatan lama sebagai Asistem Perekonomian dan Pembangunan pada Sekertariat Daerah Prov. Jabar dipindahkan dalam jabatan baru sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov. Jabar ; Dr .H. Muhamad Solihin, M.Si jabatan lama Kepala Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jabar, jabatan baru Assisten Administrasi pada Sekertariat Daerah Prov. Jabar ; Ir. H.Sumarwan Hadisoemarto Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Prov. Jabar, jabatan baru Kepala Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jabar ; Dr.Ir.Hj. Dewi Sartika, M.Si Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Prov. Jabar, jabatan baru Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Prov. Jabar ; Dr. Hj. Nenny Kencanawati, M.Si kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Prov. Jabar, jabatan baru Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Prov. Jabar ; Hj. Tati Iriani, SH, MM Kepala Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Prov. Jabar jabatan baru Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Prov. Jabar ; Dr.H. Dudi Sudradjat Abdurachim, MT Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jabar, jabatan baru Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Prov. Jabar ; Dr. H. Anton Gustoni, M.Si Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Prov. Jabar, jabatan baru Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jabar ; Dr. Ir. Ferry Sofwan Arif, M.Si Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jabar, jabatan baru Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Jabar ; Dr. Hening Widiatmoko, MA Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Jabar, jabatan baru Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jabar ; Ir. Epi Kustiawan, MP Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Perekonomian pada Biro Administrasi Pembangunan Setda Prov. Jabar, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan pada Setda Prov. Jabar ; dan Dra.Nanin Hayani, M.Si Sekertaris Dinas Pendapatan Prov. Jabar, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Biro Organisasi pada Setda Prov. Jabar.

Gubernur Ahmad Heryawan dalam sambutan usai pelantikan mengungkapkan, bahwa rotasi, atau promosi tidak saja berlangsung dalam lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tetapi juga dalam lingkungan lainnya, mengingat rotasi atau pergantian itu bersifat alamiah. "Kalau seseorang baru menjabat dua tahun masih semangat hebat, tetap kalau sudah lima tahun dimana tiap hari menghadapi meja yang sama, muka yang sama, "bosen". Itulah sifat manusia, oleh karena itu manusia bersifat berubah dan perubahan itu untuk supaya menghadirkan organisasi yang lebih baik, maka harus direkayasa", jelas Gubernur.

Gubernur meyakini, dengan adanya perubahan rotasi pimpinan ini tidak akan ada goncangan. Yang ada adalah kita ingin menghadirkan semangat baru. "Di level esselon II yang lain dibulan depan mungkin akan dilakukan, termasuk untuk esselon III dan IV, ujar Gubernur.

Saya tidak ingin bertindak atasnama hawa nafsu atau kepentingan pribadi, tapi saya ingin memiliki filosofi berdasarkan nilai kebenaran, bahwa apa yang saya lakukan memiliki filosofi nilai kebenaran, jelas Gubernur.

Gubernur Ahmad Heryawan memberikan apresiasi terhadap pera pejabat yang dirotasi atau diangkat karena dari 12 pejabat itu, tujuh diantaranya memiliki pendidikan doktor.

Tentu kita ingin membangun sebuah organisasi untuk sebuah kinerja yang terbaik. Tentu pemerintah ini bukan perusahaan, tetapi kemudian kalau diperlakukan seperti manajemen perusahaan supaya efektif juga tidak jadi masalah, jelas Gubernur.

Pergantian dan rotasi itu bagian dari manajemen sumber daya manusia. Menyegarkan, membangun semangat baru. Membuktikan bahwa kita memiliki keilmuan itu bisa diterapkan diberbagai tempat dan bisa berwibawa kepada bawahan kita, pungkas Heryawan.
  
Tiga Jabatan Akan Diisi Melalui Open Rekruitmen
Gubernur, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, dengan sudah dilantiknya ke-12 pejabat eselon II dalam jabatan baru, masih ada 3 jabatan yang belum terisi diantaranya Asisten Perekonomian, Kadis ESDM dan Biro hukum.

Untuk ketiga pos jabatan yang kosong tersebut, kini sedang dibuat open rekruitmen. Proses open rekruitmen itu biasanya  dari pejabat eselon 3 untuk diseleksi menjadi pejabat eselon 2. Hasil final open rekruitmen, jelas Gubernur akan  menghasilkan tiga orang terbaik dan dari yang terbaik itu, kepala daerah punya kewenangan untuk memilihnya, tambah Gubernur.

Dijelaskan Gubernur, bahwa untuk open rekruitmen dibentuk tim pansel yang berjumlah lima orang. Beberapa materi seleksi, yaitu pemeriksaan kesehatan dan tes tertulis yaitu membuat makalah untuk
para calon yang mengikuti seleksi.

Pansel, berasal dari tim independen diantaranya ada dari kalangan akademis dengan jumlah pansel, demikian Gubernur. (jabarprov.go.id)


Anggaran Hibah Tidak Terserap Semua, Kemiskinan Bertambah

Written By PKS LabuhanRatu on Jumat, 08 Januari 2016 | 05.21

PKSPalabuhanratu.org - BANDUNG–Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar memimpin Rapat Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2015 yang digelar di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate Bandung, Kamis (7/1/16). Rapat ini adalah salah satu tindakan antisipatif untuk menyiasati penyerapan anggaran dengan tidak melanggar undang – undang, dapat dipertanggungjawabkan, serta tepat sasaran.
Deddy menuturkan, bahwa di 2015 banyak hambatan pada penanggulangan kemiskinan ini. Khususnya seiring terbitnya perubahan UU No 23 Tahun 2014, mengenai bantuan hibah. Sementara menurutnya, penanggulangan kemiskinan banyak bergerak pada bantuan tersebut.
“Selama 2015 ini, dengan adanya perubahan undang - undang 23 tahun 2014, maka sebetulnya ada beberapa yang harus kita lihat, anggaran tadi tidak terserap secara optimal karena ada perubahan tentang masalah hibah. Sehingga tidak terserap semua, ternyata benar angka kemiskinan bertambah, meningkat 0,39 persen untuk tahun 2015,” ujar Deddy.

Selain itu menurut Deddy, peningkatan kemiskinan salah satunya juga merupakan efek dari perlambatan ekonomi di 2015 lalu. Tentu bukan hanya mempengaruhi Jawa Barat, tetapi semua daerah.

"Akan tetapi, karena penduduk Jawa Barat besar, maka penambahan presentase kemiskinan sedikit saja, pengaruhnya besar. Maka rapat evaluasi ini merupakan sarana untuk menyusun strategi agar kedepannya di 2016, anggaran yang diemban pemerintah, dapat terserap secara optimal," ungkap Deddy.

Untuk itu ke depan, pihaknya bertekad akan menguatkan koordinasi dengan kabupaten/kota. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan program apa saja yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten/kota di daerahnya masing – masing, untuk didukung Pemerintah Provinsi. Sehingga sinergi ini akan membawa pada sasaran yang tepat, akurat, dan efektif.

“Buat daerah lain (angka kemiskinan) mungkin bertambah 5% pun tidak tarasa, karena jumlahnya sedikit. Tapi untuk Jawa Barat 0,39% saja bertambahnya luar biasa,” ungkap Deddy.

“Nah di 2016 yang akan datang ini, kita sudah punya solusi bagaimana serapan anggaran tidak melanggar undang – undang dan dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu kita harus tahu program apa saja yang akan dibuat oleh Kabupaten/kota, tentang pengurangan kemiskinan di daerahnya masing –masing, di setiap BKPP yang ada. Sehingga betul – betul tepat sasaran, efektif. Kemudian bagaimana anggaran juga terserap secara optimal di 2016 untuk bisa mengurangi angka kemiskinan itu sendiri,” paparnya.

Turut Hadir pada Rapat Evaluasi Asda Kesra Ahmad Hadadi, Kepala Bappeda Jawa Barat Deny Juanda, Para Kepala OPD, serta para Kepala Dinas lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (jabarprov.go.id)

MUI: Ada Pembusukan Bahwa PKS Itu Anti Maulid

PKSPalabuhanratu.org - Jakarta (7/1) - Sejumlah tokoh umat Islam memghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Dakwah Pusat PKS. Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain mengapresiasi PKS menggelar Maulid.

“Hari ini saya bahagia dengan PKS yang mengadakan maulid. Selama ini ada pembusukan terhadap PKS bahwa PKS itu anti maulid," ujar Tengku dalam sambutan Maulid di Markas Dakwah, DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Tengku mengatakan penyakit besar umat Islam saat ini adalah mudah terpecah belah. Umat Islam menurutnya, semakin hari semakin terpinggirkan.

Selain itu, Tengku juga berharap PKS sebagai partai Islam untuk terus memperjuangkan kepentingan umat Islam. Problematika umat saat ini makin berat.

Dia mencontohkan, sulitnya memperjuangkan perundangan-undangan yang berpihak kepada moralitas bangsa.

“UU pronografi, misalnya, butuh 11 tahun untuk direalisasaikan. Lalu tentang sulitnya mengesahkan rancangan undang-undang perbankan syariah,” katanya.

Ia menjelaskan tentang bukan keberpihakan terhadap agama tertentu, namun tentang keadilan di negeri. Anak yang beragama Kristen yang tinggal di Aceh berhak mendapatkan pendidikan agama dari gurunya yang Kristen. Anak yang beragama Hindu yang di Riau berhak mendapat pelajaran agama Hindu dari guru yang beragam Hindu.

“Kita tentu berharap pada politisi PKS yang ada di DPR semoga bisa memperjuangkan Islam di sana," imbuhnya.

Jajaran pimpinan pusat PKS yang mengikuti maulid Nabi Muhammad SAW antara lain Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Al Jufrie, Wakil Ketua MS Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua MPP Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat, dan Ketua FPKS Jazuli Juwaini.

Turut hadir juga sejumlah tokoh umat Islam, antara lain KH Ahmad Sadeli Karim (Mathlaul Anwar), KH Abdul Rasyid Abdulloh Syafi'i (As-Syafi'iyyah), Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf (Pimpinan Ma'had Atstsaqofiyah), KH M Nazar Haris (PB PUI), KH Achmad Satori Ismail (IKADI), KH Ahmad Shabri Lubis (FPI), KH Tengku Zulkarnain (MUI), Ustadz Adnin Armas (MIUMI), Adung Abdul Rahman (GP ANSHOR), dan KH Bahtiar (Al Irsyad Al Islamiyah).

Hadir juga perwakilan dari ormas Islam seperti DDII, ICMI, PARMUSI, Jam'iyyah Al Washliyah, dan Al Ittihadiyah. (pks.or.id)

Ormas-ormas Islam Hadiri Maulid Nabi di Markas PKS

PKSPalabuhanratu.org - Jakarta (7/1) - Lebih dari 300 jamaah kaum muslimin berkumpul di Markas Dakwah PKS, Jakarta Selatan. Mereka berhimpun dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Dakwah PKS, Jalan TB Simatupang, Jaksel dimulai pukul 20.00 WIB, Kamis (7/1/2016). Maulid berjalan lancar dan penuh khidmat. Jamaah yang hadir seluruhnya mengenakan busana muslim serba putih.

Maulid diawali dengan pembacaan Simtudduror (pujian mutiara kepada Nabi Muhammad SAW - Red) oleh Majelis Rasulullah pimpinan Habib Nabiel Al Musawwa, kakak kandung pendiri Majelis Rasulullah, Almarhum Habib Munzir Al Musawwa.

Jajaran pimpinan pusat PKS yang mengikuti maulid Nabi Muhammad SAW antara lain Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Al Jufrie, Wakil Ketua MS Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua MPP Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat, dan Ketua FPKS Jazuli Juwaini.

Turut hadir juga sejumlah tokoh umat Islam, antara lain KH Ahmad Sadeli Karim (Mathlaul Anwar), KH Abdul Rasyid Abdulloh Syafi'i (As-Syafi'iyyah), Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf (Pimpinan Ma'had Atstsaqofiyah), KH M Nazar Haris (PB PUI), KH Achmad Satori Ismail (IKADI), KH Ahmad Shabri Lubis (FPI), KH Tengku Zulkarnain (MUI), Ustadz Adnin Armas (MIUMI), Adung Abdul Rahman (GP ANSHOR), dan KH Bahtiar (Al Irsyad Al Islamiyah).

Hadir juga perwakilan dari ormas Islam seperti DDII, ICMI, PARMUSI, Jam'iyyah Al Washliyah, dan Al Ittihadiyah.

"Sungguh berbahagia kita berkumpul di sini. Demi persatuan umat di akhir zaman ini," ujar KH Tengku Zulkarnain, Wakil Sekjen MUI dalam sambutannya.(pks.or.id)

Pengakuan Vatikan Akan Negara Palestina Mulai Berlaku

Written By PKS LabuhanRatu on Selasa, 05 Januari 2016 | 20.28

PKSPalabuhanratu.org - VATIKAN — Perjanjian pertama Vatikan dan Palestina Juni lalu, mulai resmi berlaku pada Sabtu (2/1). Dalam perjanjian tersebut, Vatikan mengakui negara Palestina dan mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Perjanjian pertama Vatikan-Palestina ditandatangani Juni lalu. Dalam kesepakatan itu, Vatikan juga menyatakan mendukung solusi dua negara.

“Tahta Suci dan Negara Palestina telah saling memberitahukan bahwa persyaratan prosedural telah dipenuhi, untuk itu perjanjian mulai berlaku,” kata Vatikan dalam sebuah pernyataan hari Sabtu, kemarin.

Sebelumnya, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi pada 2012 yang mengakui Palestina sebagai negara pengamat non-anggota. Hal itu disambut Vatikan yang memiliki status sama di PBB.

Namun, langkah Vatikan tersebut ditentang Israel. Israel mengebut langkah Vatikan terlalu tergesa-gesa dan dapat merusak prospek kesepakatan damai serta berdampak buruk bagi hubungan diplomatik masa depan Israel-Vatikan.

Tapi Vatikan di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus, bersemangat memiliki peran diplomatik yang lebih besar di Timur Tengah. Di tempat tersebut, banyak terdapat warga Kristen yang ikut melarikan diri akibat konflik di Suriah, Irak, dan tempat lainnya.

“Perjanjian ini, memperhatikan aspek penting dari kehidupan dan aktivitas Gereja di Palestina. Di saat yang sama menegaskan kembali dukungan untuk solusi dan negosiasi damai bagi konflik di kawasan tersebut,” kata Vatikan. (knrp.org)

Tetap Bersama KMP: PKS Tegaskan Tidak Perlu Kocok Ulang untuk Ganti Pimpinan DPR

PKSPalabuhanratu.org - Jakarta (5/1) – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyatakan, tidak perlu ada kocok ulang dalam penggantian pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Karena itu PKS mendukung langkah Partai Golkar yang mengajukan Ade Komaruddin (Akom) menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

“Tidak perlu kocok ulang, dan itu bisa dilakukan,” kata Hidayat, Selasa (5/1) di Jakarta.
Menurut Hidayat, sebagai pembuat UU, DPR harus mematuhi UU yang dibuatnya sendiri. UU MD3 telah mengatur pergantian jabatan pimpinan DPR. Apalagi sebelumnya sudah ada preseden saat Wakil Ketua DPR periode lalu Anis Matta mundur dari pimpinan DPR dan langsung Fraksi PKS menunjuk Sohibul Iman sebagai penggantinya.

Lebih lanjut Hidayat menyatakan, PKS sebagai bagian dari Koalisi Merah Putih (KMP) berharap Akom dapat segera dilantik agar dapat segera bekerja meningkatkan kinerja DPR, khususnya dalam hal produktivitas sebagai legislator, yang banyak mendapat sorotan negatif dari publik.

Mengenai spekulasi penggantian Fahri Hamzah, Hidayat menyatakan dirinya tidak dalam kapasitas untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun Hidayat menyebutkan, ada tidaknya penggantian bukan karena tekanan dari luar, tetapi murni keputusan organisasi.

Hal ini sekaligus membantah adanya isu yang berkembang pasca pertemuan Presiden PKS Sohibul Iman dan jajaran dengan Presiden Jokowi akhir Desember lalu.

Hidayat menandaskan tidak ada deal politik untuk meminta posisi tertentu, mengganti atau menempatkan orang, apalagi pendanaan partai. “Pertemuan itu adalah murni silaturrahim PKS sebagai bagian dari elemen bangsa kepada Kepala Negara. Sekaligus memperkenalkan pengurus baru PKS. Tidak ada deal politik apa pun. Dan PKS juga tetap bersama KMP,” tandas Hidayat, yang juga Wakil Ketua MPR ini. (pks.or.id)

SELAMAT HARI IBU

SELAMAT HARI IBU

TOKOH KITA

TOKOH KITA
SERBA-SERBI

PROMO

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Palabuhanratu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger