Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Makna 'Idul Fitri

Written By PKS LabuhanRatu on Minggu, 27 Juli 2014 | 21.36

PKSPalabuhanratu.org - Bulan Ramadhan tahun ini begitu istimewa, ada 3 peristiwa besar yang satu sama lainnya kalau dihubungkan sangat berkaiatan. Pertama, Awal Ramadhan kita diberikan hiburan pertandingan piala Dunia 2014 di Brazil. Tim sepakbola Jerman menjadi juara setelah mengalahkan Tim Argentina dengan skor 1-0. Kenapa istimewa, selain pertandingan dilaksanakan bertepatan dengan bulan Ramadhan juga ada beberapa pemain muslim di skuad Jerman yang ikut mengantarkan Jerman juara diantarnya Mesut Ozil, Sami Khedira dan pemain-pemain muslim lainnya yang bersinar di beberapa Negara peserta piala dunia. Selain itu, yang menjadikan perhatian dunia dari piala dunia ini tim Aljajair yang mayoritas pemainnya muslim menyumbangkan uang bonus dari negaranya untuk Palestina.   
Kedua, bulan Ramadhan bagi bangsa Indonesia sangat istimewa, di awal ramadhan dilaksanakan pesta demokrasi pemilihan presiden 5 tahun sekali ini yang jatuh pada 9 Juli 2014. ada 2 kontestan yang bertanding nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung dan didukung partai berbasis masa Islam sedangkan nomor urut 2 Joko Widodo-Yusuf Kalla yang diusung dan didukung partai sekuler. Perang pilpres tahun 2014 ini banyak pengamat mengatakan sebenarnya perang idiologi. KPU telah mengumumkan (22 Juli 2014) sebagai pemenangnya nomor urut 2. Tapi sayang kemenangan nomor urut 2 ini dilakukan dengan kecurangan secara masif dan adanya keterlibatan penyelenggra pemilu yang tidak fair.  Dan inilah yang membuat tim Koalisi Merah putih mengajukan gugatan ke MK. Kita lihat saja setelah lebaran hasilnya. Apakah Jokowi-Kalla akan mulus menuju Istana atau sebelum dilantik bulan Oktober akan terjadi seuatu yang istimewa bagi bangsa ini. Ketiga, Ramadhan tahun ini seyogyanya menjadikan umat Islam dunia bersatu dan lebih peduli. Saudara Muslim di Gaza Palestina tidak bisa menikmati Ramadhan dan lebaran. Hampir 1000 telah syahid, ratusan tempat tinggal hancur di bombardir oleh kekuatan Israel dari darat, laut dan udara dengan dalih ingin menumpas HAMAS. Perlawanan tidak seimbang ini telah mempersatukan umat Islam dunia dengan melaksnakan unjuk rasa dan juga penggalangan dana. Semua Negara di dunia ini mengecam kebrutalan Israel laknatullah.
Ikhwah fillah, Ramadhan telah berlalu begitu banyak kenangan indah ketika bersama bulan Ramadhan. Dan hari esok umat Islam akan merayakan ‘Idul Fithri. Marilah kita maknai Idul Fithri dengan sebaik-baiknya. Jangan memaknai salah kaprah sehingga shaum yang telah dilakukan tidak ada bekasnya. Banyak orang memaknai ‘Iduk Fithri itu kembali suci, seperti kertas putih atau istilahnya seperti bayi baru lahir sehingga tidak punya dosa. Sehingga dengan memaknai seperti itu, orang akan beranggapan akan berbuat dosa lagi setelah shaum toh nanti juga ketemu bulan Ramdhan lagi dan menjadi suci lagi. Bagi orang yang beriman ‘idul fithri mempunyai makna peningkatan sehingga bulan setelah Ramadhan adalah Syawal yang mempunyai arti peningkatan. Setelah Ramadhan seharusnya ibadah mahdhoh dan ghoir mahdhoh lebih meningkat. Lebih peduli kepada sesama Gaza menanti uluran tangan kita, dan kaum muslimin lebih melek lagi mana yang baik dan buruk termasuk hal memilih pemimpin. Kaum muslimin di Negara ini hampir 80% tetapi kemana mereka ketika Pileg, Pilpres dan kemana ketika GAZA di bombardier Israel Laknatullah. (SM)

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1435 H Jatuh pada Senin (28/7)

PKSPalabuhanratu.org - JAKARTA -- Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1435 H jatuh pada Senin (28/7). Keputusan diambil setelah menggelar sidang isbat pada Ahad (27/7).
"Menetapkan Idul Fitri 1435 hijriyah jatuh besok, Senin, 28 juli 2014," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin di Jakarta, Ahad.
Menurutnya, sidang juga menyepakati rekomendasi kepada pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk untuk secepatnya menggelar pertemuan intensif.
Pertemuan itu akan merumuskan kesepakatan untuk menentukan definisi dan kriteria hilal untuk menentukan awal Ramadhan dan Syawa.
"Sehingga, di masa yang akan datang bisa lebih baik, dan sempurna. Jadi kita bisa menjalankan ajaran agama dengan lebih baik lagi," paparnya.(Republika.co.id)

Arung Jeram Niagara Sungai Cicatih Warungkiara

PKSPalabuhanratu.org - Provider Rafting Arung Jeram (rafting ) sungai Cicatih, Sungai cicatih Warungkiara Sukabumi masuk pada Grade III-IV. Arung jeram ( rafting ) yang cukup menantang. Ada sejumlah 20 Jeram dan Memiliki jeram terkenal. Ujilah adrenalin anda dengan olahraga ini. Selain itu, anda akan disuguhi pemandangan alam yang indah, dan anda akan menemukan beberapa satwa disekitar sungai. Pesona alam yang harus dinikmati dan disyukuri.

Kabupaten Sukabumi Deklarasikan Pemenangan Prabowo-Hatta

Written By PKS LabuhanRatu on Minggu, 15 Juni 2014 | 10.39

PKSPalabuhanratu.org -  Tim Pemenangan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (15/6), mendeklarasikan pemenangan Prabowo-Hatta. Deklarasi yang digelar di Lapangan Sekarwangi Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi itu diawali dengan pengukuhan Tim pemenangan Prabowo-Hatta oleh Ketua Tim pemenangan kabupaten Sukabumi H. Sukmawijaya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.000 orang yang terdiri atas kader dan simpatisan parpol koalisi, dan tim pendukukung, relawan serta warga masyarakat dari berbagai pelosok yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hataa Kabupaten Sukabumi, H. Sukmawija  mengatakan, pihaknya menargetkan kemenangan bagi pasangan Prabowo-Hatta di Pilpres 9 Juli dengan perolehan suara 70 persen. "Saya mengharapkan kepada seluruh massa yang hadir untuk mengajak teman sekasur, sadapur, salembur untuk memenangkan Pabowo-Hatta" katanya.

H. Sukmawijaya meminta seluruh kader dan simpatisan yang menghadiri deklarasi untuk memenangkan Prabowo sebagai presiden. "hanya Prabowo-Hatta lah yang siap dan pantas memimpin bangsa ini," katanya.

Selain itu, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Kabuapten Sukabumi juga mengukuhkan tim pendukung dan relawan pemenangan Presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Prabowo-Hatta. diantaranya dari Persaudaraan Muslimah (Salimah), Qurani Club, Forum Majlis Ta,lim, Forum Guru Madrasah (FGM), PC NU kec. Cibadak, Forum Santri Nusantara, Laskar Merah Putih, Pemuda Pancasila, dan lainya. (SM)


PKS Zonda 4 Palabuhanratu adakan Recovery Kader

Written By PKS LabuhanRatu on Kamis, 08 Mei 2014 | 08.19

PKSPalabuhanratu.org- Ahad, 27 April 2014 puluhan kader PKS zonda 4 Palabuhanratu memenuhi tempat wisata alam pantai Sukawayan. Tidak ada raut wajah sedih, mereka semua gembira mengikuti agenda acara yang di pandu oleh panitia. Acara yang bertajuk recovery kader  ini diadakan untuk mengembalikan semangat kader paska pileg 2014 yang jauh dari harapan. 
" sebagai kader tidak boleh larut dalam kesedihan, apapun hasilnya pada pileg kemarin harus dijadikan pelajaran bagi kader dan tetap bekerja" kata ketua zonda 4 Yedi Rusmiadi dalam sambutannya.
Acara yang juga diiukti anak-anak kader ini, diisi dengan taushiyah dari ustadz Ahmad Zaky, dalam taushiyahnya beliau menyampaikan kepada kader untuk mempunyai binaan halaqoh, dan juga membuat strategi yang lebih manfaat untuk merekut masyarakat bergabung bersama partai dakwah ini" katanya.
Acara yang dimulai pukul 09.00-12.00 ini diisi berbagai lomba, diantaranya meniup balon  untuk kader ikhwan, memikul anak-anak kader oleh para suami, lomba fazel, juga kegiatan yang tak kalah menarik yaitu tukar bingkisan. Apapun yang terjadi kami tetap melayani (AYKTM). Tetap semangat. (SM)





Saling "SIKUT" Ala Caleg PKS

Written By PKS LabuhanRatu on Sabtu, 05 April 2014 | 07.40

PKSPalabuhanratu.org - Sistem pemilu legislatif 2014 ini benar-benar menjadi ajang persaingan antar caleg, bukan hanya antar caleg beda partai bahkan sesama caleg satu partaipun sudah dipastikan bakal terjadi persaingan. Hal ini dikarenakan nomor urut bukan lagi jadi patokan, karena suara terbesarlah yang akan menjadi caleg terpilih. Dari sinilah kemungkinan besar terjadi gesekan antar caleg di berbagai tingkat. 
Bagaimana dengan PKS ? apakah di partai ini terjadi persaingan yang menjurus kasar, ataukah caleg PKS yang terkenal dengan sistem pembinaan yang ketat bisa meredam persaingan..?
Sepanjang yang saya pantau,  karena caleg PKS juga manusia biasa, Caleg PKS ternyata juga saling SIKUT, dan yang lebih parahnya lagi, sepertinya hanya terjadi di partai yang menamakan diri partai dakwah,... 
tapi tenang sodara-sodara,.. yang dimaksud saling SIKUT adalah :
S: saling Sokong alias saling dukung antar caleg, ya, karena sekian tahun jadi teman, jadi saudara, jadi kawan seperjuangan, ditambah dengan sistem ukhwah, caleg PKS selalu saling dukung dalam segala bidang.
I: saling Ingat mengingatkan
K ; saling Kuat menguatkan
U: saling Udunan, alias bekerjasama dalam pendanaan kampanye. sudah biasa sebuah acara terjadi udunan antar caleg kota, provinsi dan pusat.
T: saling Tausiyah, menasehati dalam berbagai persoalan.
ya, itulaha saling SIKUT antar caleg PKS,.. dan itu yang terjadi, siapapun calegnya, asal dari PKS, insyaallah mereka adalah orang yang terpilih. (ahadi)sumber: pksbandungkota.com

Profil Kang Suharna Surapranata, Calon Anggota DPD-RI Jawa Barat No.30

PKSPalabuhanratu.org - Suharna lahir di Bandung, 13 Desember 1955, menyelesaikan pendidikan S1 di FMIPA-UI, 52 di Teknik Fisika ITB. Aktifis Masjid Kampus ini pernah bekerja sebagai peneliti di BadanTenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Dosen FMIPA-UI, serta mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional LEMHANNAS KSA X tahun 2002.
Jiwa aktifis telah membawanya selama lebih dari 25 tahun berkiprah membangun sejumlah institusi pendidikan dan pengembangan SDM seperti: Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS Nurul Fikri), lembaga yang memberikan beasiswa dan pembinaan terpadu kepada mahasiswa berprestasi, aktif berorganisasi, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Peserta program diseleksi dari mahasiswa ITB, UNPAD, Ul, IPB, UGM, ITS, dan UNAIR dalam rangka berkhidmat pada upaya pembentukan pemimpin-pemimpin masa depan, dengan integritas moral, akseptabilitas sosial, dan kredibilitas profesional yang tinggi; moderat; serta peduli terhadap kemajuan bangsa.
Suharna juga salah seorang Pendiri dan Pembina Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI). Lembaga, yang berdiri tahun 2004 dan membangun jaringan di dalam dan luar negeri, mencakup lebih dari 300 ilmuwan Doktor Indonesia, serta MITI-Mahasiswa di 30 propinsi, dalam rangka akselerasi pengembangan SDM Iptek serta penguasaan dan pemanfaatan Iptek di seluruh lini kehidupan masyarakat.
Ketika dentuman reformasi membuka partisipasi politik warga seluas-luasnya, ia pun aktif menjadi salah seorang anggota pendiri Partai Keadilan. Sebelum nnenjabat sebagai Menristek RI 2009-2011 pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Suharna Surapranata adalah Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sekaligus sebagai Anggota DPR-RI terpilih untuk Periode 2009 – 2014.
PLATFORM PERJUANGAN
Pemberdayaan peran DPD RI sebagai salah satu upaya perbaikan sistem ketatanegaraan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan kebersamaan semua komponen bangsa dalam membangun Indonesia, khususnya memajukan Jawa Barat.
Kita mencitakan Indonesia menjadi negara kuat, yang membawa misi rahmat keadilan bagi segenap umat manusia, agar bangsanya menjadi kontributor peradaban, serta manusia dan buminya menjelma menjadi taman kehidupan yang tenteram dan damai.
Negara kuat adalah negara yang mandiri dan nnampu memenuhi hal mendasar dalam dirinya; misalnya soal ketahanan pangan; ketahanan energi; ketersediaan air; pertahanan-keamanan; kesehatan dan obat, dIsb.
Pembangunan bangsa merupakan hak sekaligus kewajiban rakyat, bukan hanya negara. Karenanya perlu diperjuangkan pemberdayaan masyarakat, baik dalam aspek politis maupun ekonomis, yang akan mengantarkan mereka pada posisi sejajar sebagai mitra pemerintah, yang duduk satu meja bersama-sama membangun negeri.
Partisipasi total masyarakat, pengusaha, pemerintah dan kerjasama internasional, sebagai gerakan lintas komponen dan aktor, adalah sebuah keniscayaan dalam mengelola negara. Orkestra ini digelorakan dalam kerangka yang bersifat integral, global dan universal, menuju keadilan dan kesejahteraan bagi terwujudnya Indonesia Madani yang kita citakan.


twitter : @suharnas

Lawan Sebanding Jokowi Hanya Aher

PKSPalabuhanratu.org - DEMOKRASI seharusnya tak membiarkan Jokowi melenggang nyaris tanpa lawan. Ketidakseimbangan berisiko membuatnya lupa diri, setidaknya tinggi hati. Aher lawan sepadannya.

Sukar untuk menafikan, saat ini perbincangan soal calon presiden telah mengerucut pada dua nama: Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Tetapi hanya dengan semenit membuka laman media sosial (socmed) kita akan melihat bahwa pertempuran berjalan tidak seimbang.

Di satu sisi, kubu Prabowo tak henti menggempur. Sementara Jokowi yang melihat serangan itu strategis membangun citra sebagai pihak yang dizolimi, membiarkannya seolah angin yang akan lenyap sendiri. “Aku rapopo,” demikian sering kita dengar jawaban Jokowi.

Di sisi lain, terlalu mudah untuk melihat fakta bahwa kian hari Jokowi terus menumpuk simpati. Lihatlah sekian banyak redaktur media massa--yang karena tak mungkin berpihak lewat media tempatnya bekerja, bergerilya via sosial media. Terlalu gampang menemukan tulisan yang mengungkit ulang kelemahan Prabowo pada sisi HAM.

Sementara Gerindra berharap yang jadi berita kampanye di Gelora Bung Karno adalah kemegahan dan kemandirian, yang muncul di halaman muka media tak lebih dari harga seekor kuda tunggang. Sementara Gerindra berharap Prabowo ditulis sebagai pemimpin tegas dan punya sikap, sosial media mengulik-ulik dan mencari persamaannya dengan para pimpinan fasis dunia.

Alhasil, sejatinya pesta demokrasi Pilpres yang seharusnya Juli nanti, praktis sudah berhenti. Semua perhatian sudah diarahkan untuk memilih Jokowi. Lalu untuk apa kita masih harus menghabiskan bagian dari ongkos Rp16 triliun Pemilu, pada Pilpres nanti? Bagi saya, ini bukan demokrasi yang sehat.

Saya pun bukan penganut sikap mengagung-agungkan seorang tokoh, menjaganya secara overprotektif dari kampanye jahat, mengelus dan menimangnya seolah ia makhluk ma’sum tanpa salah. Saya lebih percaya Bung Karno yang meyakini pemimpin itu akan kuat dan alot karena hantaman.
“Bahkan pedang pun akan tajam karena ditempa dan dibakar. Dan Gatotkaca tak akan pernah ada kecuali sebelumnya ia Tetuka yang digodog di kawah Candradimuka,” kata Bung Besar itu di satu pidatonya dengan suara menggelegar.

Saya lebih percaya, kita seharusnya memajukan calon setara. Mungkin bukan Prabowo yang terus menyerang tanpa jeda. Bukan pula Aburizal Bakrie yang kini terbelit boneka Teddy. Tapi seseorang yang sedikit banyak sejajar dengan Jokowi.

Bagi saya, dia adalah Ahmad Heryawan alias Aher. Mari bandingkan.
Manakala Jokowi gubernur DKI, Aher pun punya mandat sejenis untuk Jawa Barat. Bahkan dibanding Jokowi yang belum lagi dua tahun menaati amanah, Aher sudah merampungkan periode pertama dan dipercaya lagi untuk paruh kedua.

Manakala Prabowo dalam usia tak mungkin dibenturkan dengan kemudaan Jokowi, Aher bisa mengimbanginya. Keduanya masih muda, belum punya banyak masalah soal tekanan darah, tetek bengek asam urat, dan lemak yang membayangi usia tua.

Bila Jokowi dianggap berprestasi, Aher bisa membawa kita ke rumahnya dan membawa kita ke depan 147 penghargaan dalam dan luar negeri untuk—kalau perlu, dipelototi.

Bila yang ditanya adalah jumlah pendukung nyata, kita bisa membawa data pemilihan gubernur yang dijalani keduanya. Dukungan nyata untuk Aher pada Pilgub 2013 sekitar 6,5 juta suara (32,9 persen) dari 10 juta pemilih di Jabar. Saat itu rakyat menghadapi lima opsi pasangan.

Sementara meski persentasenya besar (53,82 persen), pemilih Jokowi di Jakarta 'hanya' 2,47 juta suara, dengan kompetitor akhir Fauzi Bowo dan pasangannya. Lihatlah, dengan kiprah selama ini, 10 juta warga Jabar jelas lebih potensial untuk mendulang suara.

Aher juga punya banyak dukungan. Selain dari internal PKS, partainya, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI) Jawa Barat, dan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi mendukungnya untuk maju.

Yang diperlukan kini hanya bersatunya sikap partai-partai Islam. Dibanding berkoalisi dengan partai-partai nasionalis, bukankah lebih dekat dengan komitmen dan janji kepada konstituen bila PKB, PPP, PBB dan mungkin PAN, bergabung dalam koalisi PKS? Untuk capres, mengapa bukan Yusril, misalnya, yang juga kadang disebut layak capres? Karena dari segala sisi, untuk dipertarungkan dengan Jokowi, Aher lebih mumpuni.

Sikap tegas itulah yang diperlukan partai Islam. Karena tampaknya ketidaktegasan akan prinsip—dan kecenderungan untuk selalu mengedepankan sisi pragmatisme politik, yang membuat partai-partai Islam kian lama makin jeblok ditinggal pemilih. Rakyat tahu berpolitik harus luwes. Namun bila terlalu luwes dan mendewakan pragmatisme, moralitas Islam apa yang masih tersisa?

Jadi, jika kita ingin agar ongkos yang dikeluarkan untuk Pilpres nanti lebih optimal, bukankah sebaiknya kita bikin pertandingan yang lebih imbang?
Satu sisi demokrasi, kata Reinhold Niebuhr, adalah proses itu mengupayakan keadilan. Dalam suasana pro-Jokowi yang begitu kuat seperti saat ini, adil itu artinya memberinya lawan yang seimbang. Aher tadi.

Itu membuat rakyat bisa menimbang secara setara. Kerja dengan kerja, prestasi nyata dengan prestasi nyata. ‘Blusukan’ dengan ‘kukurusukan’.
Mungkinkah? Sangat mungkin. Bukankan Niebuhr juga bilang, kapasitas kita untuk berbuat adil, menjadikan demokrasi itu mungkin. Sebaliknya, kecenderungan manusia untuk berbuat curang menjadikan demokrasi diperlukan.

Akan halnya partai-partai Islam masih saja menjadi buih yang galau, kita pun masih berhak berharap. Bukankah antropolog Lionel Tiger bilang, bagaimanapun manusia adalah makhluk dengan bakat besar untuk berharap. An animal with a gorgeous genius for hope. Sementara kita pun sadar, seyogyanya harapan adalah pemantik untuk bekerja dan mewujudkannya. (*) sumber: inilahkoran.com

PKS Siapkan Strategi Perang Jarak Pendek

Written By PKS LabuhanRatu on Kamis, 16 Januari 2014 | 06.17

PKSPalabuhanratu.org - JAKARTA --  Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq mengungkapkan, partainya akan menerapkan strategi 'perang jarak pendek' untuk bisa menang pada Pemilu 2014 terutama dalam menghadapi pemberitaan negatif dari media massa. 

"Orang (partai) lain bertempur dalam jarak jauh namun kami (dengan strategi) jarak pendek," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/1).

Strategi tersebut, ia gambarkan sebagai strategi yang mengandalkan kesolidan kader dan mesin partainya. Dia mengatakan partainya memiliki sumber daya kader dan mesin partai yang tetap terjaga serta terkonsolidasi. Sumber daya itu menurut dia akan dimaksimalkan dalam menghadapi Pemilu 2014.

Mahfudz menilai survei Pol-Tracking terkait pemberitaan negatif mengaitkan persoalan hukum partainya. Namun menurut dia saat ini PKS sudah masuk wilayah landai setelah mantan presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq divonis pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

"Sebenarnya PKS sudah masuk wilayah landai dengan vonis (Luthfi Hasan) yang sudah diputus meskipun kami melihat vonisnya 'bermasalah'," ujarnya.

Dia mengatakan PKS memiliki waktu tiga bulan untuk meningkatkan elektabilitas partai. Mahfudz mengatakan tiga bulan itu merupakan waktu yang sempit dan sumber daya partai akan digunakan untuk menjalankan misi itu. "Sumber daya kami memiliki cara untuk meningkatkannya," kata Mahfudz.

Dia menegaskan target partainya tetap masuk dalam tiga besar dan kalau pun tidak tercapai minimal memperoleh suara seperti di Pemilu 2009.

Namun Mahfudz menegaskan suara PKS selalu berada di posisi papan tengah dan calon presiden serta calon wakil presiden tidak bisa maju tanpa partai papan tengah.

"Jangan salah, melalui suara dan jumlah kursi PKS di papan tengah, siapapun capres dan cawapres tidak bisa sendiri namun harus bersama partai papan tengah," katanya menegaskan. (republika)

Jika Akhirnya Harus Dikenal

PKSPalabuhanratu.org - Menyembunyikan amal tidaklah mudah. Karena keinginan manusia agar eksistensinya diakui, dikenal banyak orang, apalagi dizaman informasi dimana kepopuleran atau keterkenalan seseorang sering berbanding lurus dengan kemakmuran seseorang. Ditambah lagi dengan rongrongan hawa nafsu. Tetapi ini bukan berarti kita harus meninggalkan amal shalih dan kebaikan karena takut diketahui orang lain. 

Fudhail bin iyadh mengatakan beramal karena manusia adalah syirik, meninggalkan amal karena manusia adalah syirik, Ikhlas adalah engkau selamat dari keduanya. Maka selama niat di awal sudah benar setiap orang harus berusaha meluruskan niat itu sepanjang amal dan setelahnya. Bukan dengan cara meninggalkannya. Orang yang meninggalkan amal karena takut tidak ikhlas, maka ia meninggalkan keikhlasan dan meninggalkan amal itu sendiri. Karena itu mungkin saja ada amal-amal shalih yang terlihat dan akhirnya dikenal atau bahkan terkenal dengan keshalihannya. Dan ini sebenarnya juga bukan suatu kekurangan. Karena tak mungkin pula semua amal shalih harus disembunyikan tanpa publikasi dan tidak diketahui orang lain.
Amal-amal baik dalam kondisi tertentu bahkan harus dilakukan secara massif dan massal bersama sama. Ini terjadi ketika kita berada dalam situasi dimana gema dan arus amal-amal shalih dituntut untuk bisa menyaingi gelombang amal-amal keburukan. Bahkan bila perlu arus amal baik bisa melahap dan menelan gelombang amal amal keburukan. Kita memerlukan gerakan massal dan dan kekuatan besar untuk menghadang serangan keburukan yang merajalela. 
Perjuangan personal saja tidak cukup. Kebaikan harus terhimpun dalam sebuah kekuatan massal yang dapat menggetarkan lawan lawannya. Artinya amal kebaikan harus tampil dan turut mempengaruhi masyarakat untuk meminimalisir keburukan yang juga tampil dan mempengaruhi masyarakat. Beribadah bsecara rahasia dan sembunyi sembunyi adalah untuk memperkaya batin dan ruhani kita. Agar lebih kokoh dan tegar, sehingga tidak terombang ambing oleh pesona dan gemerlapnya dunia. Tapi sekali lagi itu hukaan berarti kita tidak diperbolehkan mendeklarasikan dan menampilkan amal amal Islami dihadapan banyak orang. Terlebih pada saat arus keburukan makin menggelombang dan arus kebaikan masih sangat lemah. Memang sudah tabiat manusia setiap orang lebih membutuhkan contoh langsung dan ajakan konkrit yang sudah disaksikan prakteknya ketimbang hanya slogan dan pidato belaka. Manusia memerlukan dorongan utk melakukan kebaikan melihat orang melakukan amal shalih akan menumbukan semangat kompetisi yang positif dalam kebaikan.
Tentu saja orang yang dikenal dengan amal baiknya menjadi harus lebih hati hati memelihara dan menjaga diri dari berbagai penyimpangan niat. Salahsatu penyeimbang hati utk tidak terjerumus pada ketidakikhlasan adalah adalah denagn tetap memelihara amal-amal rahasia lainnya kepada ALLAH SWT. Seperti banyak dilakukan para sahabat ra.
 

oleh :Drs. Muhidi, MM (ketua DPD PKS Kota Padang) sumber: pkspadang
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Palabuhanratu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger