Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Netty: Hijab Store Menjamur Ciri Kesadaran Beragama Tinggi

Written By PKS LabuhanRatu on Jumat, 03 April 2015 | 16.06

PKSPalabuhanratu.org - BANDUNG-Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengapresiasi menjamurnya toko-toko yang menyediakan kebutuhan muslimah dalam menjalankan kewajibannya menutup aurat (Hijab Store).

"Adanya kesadaran beragama di tengah masyarakat sudah semakin tinggi sehingga penggunaan busana muslim semakin baik, yang tidak saja berada di ruang tertentu tetapi mendunia," kata Netty pada peresmian Grand Opening Elmiera Hijab Store yang ditandai dengan pemotongan pita di Elmiera Hijab Store Bandung, Kamis (2/4).

Hal tersebut, menurut Netty, dapat juga menjadi daya ungkit bagi kita semua untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari hulu ke hilir. “Mulai dari yang merancang dan menjahitnya dapat merasakan manfaat dan berkah dari semaraknya busana muslim yang ada,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Netty berharap Elmiera Hijab Store dapat semakin maju dan sukses. Sehingga dapat menjadi salah satu trend setter busana muslim di Indonesia maupun di mata dunia.
Kania Puspitahati selaku salah satu owner Elmiera Hijab menuturkan Elmiera Hijab merupakan salah satu brand lokal hijab Bandung yang bercirikan Shabby Chic dengan warna soft dan bernuansa alam. Selain itu dalam rancangannya terdapat desain batik dari Jawa Barat dari Kabupaten Garut yaitu Rereng Ageung.

 sumber:http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/11753/2015/04/02/Netty-Hijab-Store-Menjamur-Ciri-Kesadaran-Beragama-Tinggi#

JOKOWI LEBIH BERBAHAYA DARI ISIS

PKSPalabuhanratu.org - Kurang lebih 7 Bulan Joko Widodo menjabat presiden Indonesia, Masyarakat terutama wong cilik begitu banyak mengharap banyak kepadanya sebelum ia dilantik jadi presiden. Siapa yang tidak terpesona dengan gayanya yang lugu, sederhana, dan kepemimpinannya dengan "blusukan". Itu dulu, sekarang sudah bukan menjadi rahasia lagi, ternyata itu semua kamuflase, pencitraan alias munafik. Dan lebih berbahaya atau sama-sama berbahaya dengan ISIS. Pemilu Presiden 2014 telah menghabiskan uang rakyat Rp. 9,1 Triliun  hanya Menghasilkan pemimpin badut.

Berikut ini prestasi-prestasi Jokow-Jk selama 7 bulan :

1. BBM naik.
2. Harga beras naik.
3. Harga gas mahal.
4. Harga listrik naik.
5. Semua kebutuhan sembako naik.
6. Tarif kereta api naik.
7. Jalan tol dikenakan pajak.
8. Tatanan hukum dan konstitusi amburadul.
9. Stabilitas politik & partai politik acak-kadut.
10. PPP dan Golkar diobok-obok.
11. Hutang negara bertambah Rp 250 triliun.
12. Penerimaan pajak sampai Maret 2015 dibandingkan periode yang sama Maret 2014 turun Rp  50  triliun.
13. Lembaga penegak hukum ditarik-tarik ke ranah politik.
14. Intitusi Polisi & KPK diobok-obok.
15. Impor beras dan gula semakin gila.
16. Elit politik berantem terus menerus tak terkendali.
17. Daya beli rakyat menurun, biaya hidup naik mengikuti kenaikan harga BBM.
18. Ekspor turun, impor naik tajam.
19. Izin ekspor konsentrat Freeport dan Newmont diperpanjang tanpa perlu bangun smelter. #ProAsing
20. Ketua Umum Partai Politik memonopoli angkutan minyak (mafia migas baru).
21. Rupiah terjun bebas dari Rp 10.000 di akhir Juli 2014 ketika Jokowi-JK ditetapkan sebagai pemenang Pilpres dan sekarang Rp 13.000 lebih per USD. Rupiah melemah, yang disalahkan TKI.
22. Penerimaan CPNS stop 5 tahun.
23. Geger kolom agama KTP boleh kosong, istilah dalam Bank Syariah harus diganti, pencekalan nama Muhammad dan Ali di bandara Soekarno-Hatta, dan penghapusan wabsite-website Islam, sedangkan website PKI dibiarkan.
24. Mobil nasional Proton Malaysia.
25. Janji memberi traktor pada petani, tapi ditarik lagi.
26. Hukuman mati narkoba diulur-ulur karena intervensi asing.
27. Rencana Koruptor diberi remisi.
28. Begal merajalela.

Sekarang semua rakyat saatnya bersatu, yang waktu kemarin memilih Jokowi-Jk dan sekarang kena tipu. kita teriakan yang keras: "Semoga cepat lengser.. aamiin"

Rahasia dibalik Musibah

Written By PKS LabuhanRatu on Minggu, 29 Maret 2015 | 22.07

PKSPalabuhanratu.org - Tidaklah Allah swt. menciptakan peristiwa, atau kejadian sesuatu yang sia-sia. Manusia dianjurkan untuk merenung dan mengambil pelajaran dari berbagai macam peristiwa yang terjadi. Islam sangat mendorong umatnya untuk menggunakan potensi yang Allah swt. berikan kepadanya; penglihatan, pendengaran, hati, panca indra yang lain agar difungsikan untuk merenung hikmah dibalik peristiwa.
قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ 
11. Katakanlah: “Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.” QS. Al-An’am:11

Ayat yang senada seperti di atas sangatlah banyak dalam Al-Qur’an. Dengan redaksi yang beragam, tapi kesimpulannya adalah satu, menggunakan pemberian Allah untuk merenung dan mengambil pelajaran yang sangat berharga dari berbagai peristiwa bencana yang terjadi silih berganti ini. Ada beberapa rahasia dibalik musibah dan bencana yang selama ini terjadi bahwa:

Pertama, Allah Penentu Kehidupan, Dzat yang Maha Perkasa.
Bahwa dibalik kehidupan ini ada yang punya, ada yang mengatur. Dialah Allah Rabbul Izzah, Tuhan yang memiliki kemuliaan dan keperkasaan. Di Genggaman-Nya lah semua kehidupan ini dikendalikan. Allah hanya butuh berkata “Kun Fayakun, terjadi! maka terjadilah”. Allah memiliki nama-nama, di antaranya; Al-Khaliq –Pencipta-, Al-Muhaimin –Yang Mengatur-, Al-Muhyi –Yang Menghidupkan-, Al-Mumit –Yang Mematikan-, Adh-Dhaar –Yang Memberi Madharat-, An-Nafi’ –Yang memberi Manfaat-, dst.
Manusia tidak bisa mengatur-atur. Manusia tidak mungkin bilang “hai merapi, berhenti meletus… dst”, sebagaimana yang kita dengar dari pusat ahli vulkanologi dan mitigasi bencana. Allah swt. punya kehendak-Nya sendiri, bahkan Kehendak itu sudah ditulis semenjak zaman azali. Allah swt. berfirman:
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22)
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Al-Hadid/57:22
Perhatikan potongan akhir ayat akhir di atas “Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah”
حدثنا عاصم ، قال : سمعت الحسن ، يقول في مرضه الذي مات فيه : « إن الله عز وجل قدر أجلا ، وقدر مصيبة ، وقدر معافاة ، وقدر طاعة ، وقدر معصية ، فمن كذب بالقدر فقد كذب بالقرآن ، ومن كذب بالقرآن ، فقد كذب بالحق »
Al-Hasan ketika menjelang mautnya berkata: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mentaqdirkan ajal, dan mentaqdirkan musibah, mentaqdirkan kesehatan, mentaqdirkan ketaatan, mentaqdirkan kemaksiatan. Maka barangsiapa yang mengingkari taqdir, ia berarti mengingkari Al-Qur’an. Barangsiapa mengingkari Al-Qur’an, sungguh ia berarti mengingkari kebenaran.”

Kedua, Musibah Akibat Perbuatan Manusia
Musibah yang menimpa umat manusia adalah karena perbuatan mereka sendiri yang melanggar peraturan Allah, merusak ekosistem kehidupan, banyak melakukan kemaksiatan dan dosa, tidak menjalankan perintah dan syariat-Nya.
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (30) وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الأرْضِ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (31)
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah. ” Syuro/42:30-31
Bukan karena ada unsur mistik, karena ini, karena itu, seperti karena bulan tertentu, karena hari tertentu dll. yang justeru merusak aqidah umat. Bencana karena ulah manusia, dan itu atas kuasa Allah swt.

Ketiga, Pahala Tergantung Besarnya Musibah
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ، أَنَّهُ قَالَ : إِنَّ أَعْظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاءِ ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاهُمْ ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
Dari Anas bin Malik ra. Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Allah mengujinya. Maka barangsiapa ridha dengan ujian Allah, baginya ridha –dari Allah-, sebaliknya, siapa yang murka, maka baginya murka –dari Allah-.” HR. At-Tirmidzi
Karena itu, tidak perlu putus asa, jangan sampai menggadaikan aqidah.

Keempat, Musibah Dalam Rangka Tamhis (Seleksi)
Kehidupan ini bukan statis, tapi berputar. Ada yang baik ada yang buruk, ada yang berhasil ada yang juga gagal. Itu semua adalah dalam rangka untuk menseleksi secara alamiah kualitas manusia, dan sebagai batu ujian; apakah ia lulus dengan predikat baik, lulus dengan catatan, atau malah gagal dalam menjalani usjian tersebut.
وَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْمُنَافِقِينَ (11)
“Dan Sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman: dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.Al-Ankabut/29:11
Ketika menjelaskan ayat ini, Mujahid berkomentar: “Manusia itu ada yang iman hanya di lisannya saja, maka ketika dia mendapatkan ujian, berupa kehilangan harta atau jiwa, sebagian manusia dilanda fitnah –goncang yang hebat-“ (Tafsir Al-Baghawi, Juz 6, Bab 11, Hal. 235)

Kelima, Istirja’ atau Mengembalikan Semua kepada Allah
Pertam kali menghadapi musibah, hendaknya iman yang berbicara, bukan hawa nafsu yang protes. Karena seseorang ditentukan oleh sikap pertama kalinya terhadap kejadian. Rasulullah saw. mengingatkan “Sesungguhnya sabar itu ketika merespon kejadian pertam kali.” Selanjutnya berdoa kepada Allah swt. agar diberikan pahala atas musibah itu dan memperoleh ganti yang jauh lebih baik.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أصاب أحدكم مصيبة فليقل إنا لله وإنا إليه راجعون اللهم عندك احتسب مصيبتي فأجرني عليها وأبدلني بها خيرا منها
Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah satu di antara kalian mendapatkan musibah, maka ucapkanlah; “Sesungguhnya kami milik Allah dan kami kembali kepada-Nya, “Allahumma ‘indaka ahtasibu mushibatii, fa ajirnii ‘alaihaa waabdilnii bihaa khairan minhaa. Ya Allah kepada-Mu saya ikhlaskan musibah yang menimpaku, maka berilah pahala kepadaku atas musibah ini, dan berilah saya ganti yang jauh lebih baik darinya.” Imam Muslim

Keenam, Musibah Menghapus Kesalahan dan Mengangkat Derajat
Inilah indahnya kehidupan bagi orang yang beriman. Ujian, bencana dan bala akan menggugurkan dosa-dosa dan sekaligus mengangkat derajatnya. Tidak sia-sia, tegantung ia meresponnya. Dari Aisyah ra. ia mendengar Rasulullah saw. bersabda:
عن عائشة قالت سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول « مَا مِنْ مُؤْمِنٍ تَشُوكُهُ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إِلاَّ حَطَّ اللَّهُ عَنْهُ خَطِيئَةً وَرَفَعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةً » رواه مسلم
“Tiada seorang mukmin yang tertusuk suatu duri atau bahkan yang jauh lebih sakit, kecuali Allah pasti akan menghapus kesalahan dan mengangkat derajat.” Imam Muslim
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : « عجبًا لأمرِ الْمُؤْمِن ، إِنَّ أمرهُ كُلَّهُ خيرٌ ، ولَيْسَ ذلِكَ لأحَد إلاَّ للمُؤْمنِ ، إن أصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَر ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وإنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ ، فكَانَ خَيرًا لَهُ »
Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia bersyukur. Jika sedangkan memperoleh keburukan, ia bersabar, kedua-duanya baik baginya, itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin.” Sahih Ibnu Hibban

Ketujuh, Musibah sebagai Peringatan
Kejadian bencana bisa dimaknai 3 hal; Pertama sebagai siksa, jika itu menimpa orang-orang yang tidak beriman. Kedua sebagai peringatan, jika menimpa orang-orang yang beriman tapi melakukan banyak dosa. Dan ketiga, sebagai sarana mengangkat derajat, yaitu bagi orang yang beriman, hamba-hamba Allah swt.
Allah swt. berfirman:
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَى قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآَيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ (46) öقُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الظَّالِمُونَ (47) وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ فَمَنْ آَمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (48)ÇÍÑÈ وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (49)
46. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah Tuhan selain Allah yang Kuasa mengembalikannya kepadamu?” perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).
47. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong, atau terang-terangan, Maka Adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang yang zalim?”
48. dan tidaklah Kami mengutus Para Rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan Mengadakan perbaikan, Maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.
49. dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” QS. Al-An’am: 46-49

Ketujuh, Musibah Menyempurnakan Iman
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:لَيْسَ بِمُؤْمِنٍ مُسْتَكْمِلِ الإِيمَانِ مَنْ لَمْ يَعُدَّ الْبَلاءَ نِعْمَةً، وَالرَّخاءَ مُصِيبَةً، قَالُوا: كَيْفَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ:لأَنَّ الْبَلاءَ لا يَتْبَعُهُ إِلا الرَّخَاءُ، وَكَذَلِكَ الرَّخَاءُ لا تَتْبَعُهُ إِلا الْمُصِيبَة وليس بمؤمن مستكمل الإيمان من لم يسكن في صلاته” قالوا: ولم يا رسول الله؟ قال: “لأن المصلي يناجي ربه فإذا كان في غير صلاة إنما يناجي ابن آدم”.
رواه الطبراني.
Rasulullah saw. bersabda: “Tiada dianggap mukmin yang sempurna imannya orang yang tidak menganggap suatu bala’ sebagai sebuah kenikmatan, dan suatu kemudahan sebagai musibah. Para sahabat bertanya: Bagaimana itu ya Rasulullah? Rasul menjawab; “Karena tiak menyertai balak itu kecuali adanya kemudahan. Demikian juga dengan kemudian itu akan disertai dengan musibah.” Ath-Tabrani.
Allah swt. berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6) فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (7) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (8)
5.Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” QS. Al-Insyirah:5-8.
Dibalik bencana ada hikmah, ada pelajaran, ada kebaikan. Mari kita renungkan, kita temukan rahasia di balik bencana yang selama ini terjadi. Allahu a’lam
Ulis Tofa, Lc

Tentang Ulis Tofa, Lc

  Lahir di kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 05 April 1975. Menyelesaikan jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Ma’ahid Krapyak Kudus. Tahun 1994 melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Program… [Profil Selengkapnya]

Korban meninggal Longsor Cireunghas Sukabumi mencapai 10 orang

PKSPalabuhanratu.org -  Korban tewas akibat longsor di Sukabumi, Jawa Barat, bertambah menjadi 6 orang. Ada 4 orang yang masih dalam pencarian. 

Tim SAR gabungan dari TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Basarnas dan relawan hingga saat ini sudah menemukan enam korban yang tertimbun longsor.

Sementara, Kapolres Sukabumi Kota, AKBD Diki Budiman mengatakan pihaknya masih menyelidiki jumlah korban yang tertimbun longsor karena ada informasi ada dua warga yang melintas di lokasi saat bencana terjadi. Maka dari itu, pihaknya tetap melakukan pencarian, jika benar maka jumlah korban bisa saja bertambah menjadi 12 orang. Selain itu, ada dua korban yang berhasil diselamatkan ke tempat yang lebih aman.

"Jika kondisi cuaca mendukung maka pencarian akan terus dilakukan pada hari ini hingga seluruh korban ditemukan dan kami targetkan operasi SAR ini bisa selesai pada hari ini," tambahnya.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo mengatakan informasi yang masuk kepada pihaknya ada 10 korban yang tertimbun longsor. Namun pihaknya masih melakukan pendataan karena khawatir ada korban lainnya.

Longsor terjadi di Kampung Cimerak RT 25/RW 7, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Sukabumi, pukul 22.30 WIB, Sabtu (28/3). Longsor terjadi karena hujan deras yang mengguyur dari siang hari.

"10 unit rumah rusak berat, dan 1 rumah rusak ringan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2015).

Dari informasi yang diterima Sutopo melalui Pusdalops BPBD Sukabumi, Yana, keenam korban tewas adalah Maya(13), Aisyah (50), Opan Shofardi (50), Dede (40), Elsa (15) dan Egi (6).

"Empat orang masih dalam pencarian dan 97 KK/290 jiwa mengungsi," sambung Sutopo.

Saat ini tim gabungan dari BPD, TNI/Polri, SAR dan para relawan juga masyarakat masih melakukan evakuasi dan pencarian korban. (dari berbagai sumber; detiknews, wartakota)

Para Jaro siap mendukung Totong Suparman maju sebagai Cabup/cawabup Sukabumi

Written By PKS LabuhanRatu on Sabtu, 28 Maret 2015 | 21.19

PKSPalabuhanratu.org - Para Jaro atau Kepala Desa yang ada di Kabupaten Sukabumi siap mendukung Ir. Totong Suparman untuk maju menjadi calon Bupati/wakil Bupati Sukabumi periode 2015-2020.

Hal ini diungkapakan oleh Jaro Desa Cikahuripan kecamatan Cisolok Heri Suryana. Menurutnya para jaro siap mendukung pencalonan Totong Suparman untuk maju menjadi cabup/cawabup Sukabumi. Lebih lanjut Heri mengatakan Totong Suparman merupakan tokoh yang tidak asing lagi bagi para Jaro, selain sebagai ketua DPD PKS kabupaten Sukabumi, Totong Suparman juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD wilayah IV.

Lebih lanjut Heri mengatakan, banyak desa-desa yang telah dibantu oleh Totong Suparman, ketika beliau menjadi anggota DPRD. Sehingga ketika Totong dicalonkan oleh Partainya untuk maju menjadi calon Bupati/wabup banyak jaro yang mengapresiasi dan siap mendukung. Selain itu, Totong Suparman merupakan tokoh yang insya Allah dapat membawa Kabupaten Sukabumi lebih maju. Ketika berbincang-bincang dengan sesama Jaro, banyak Jaro yang menyatakan siap mendukung  Totong Suparman dan siap memenagkan jika beliau disahkan oleh partainya untuk maju menjadi cabup/cawabup" katnya. (SM)

PKS Zonda 4 Kunjungi pameran IBF 2015

Written By PKS LabuhanRatu on Senin, 09 Maret 2015 | 10.46

PKSPalabuhanratu.org  - Kurang lebih 50 kader PKS Zonda 4 Palabuhanratu  mengunjungi pameran Islamic Book Fair (IBF) tahun 2015 di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (07/03/2015). Kedatangan rombongan kader PKS Zonda 4 itu dalam rangka rihlah yang telah di programkan sebelumnya.

Rombongan Kader PKS berangkat dari terminal Cisolok pada pukul 02.00 dengan menggunakan satu bus Marisa Holiday dan tiba kembali di Terminal Cisolok pukul 23.00. Kegiatan ini didanai oleh Aleg PKS Dapil 4 Leni Liawati dan juga dari infak kader. 

Ketua Zonda 4 PKS Palabuhanratu yang juga ikut rombongan, Yedi Rusmiadi menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk  memperkuat ukhuwah diantara kader dan untuk memotivasi kader untuk semakin rajin membaca. Dia berharap, kunjungan itu bukan yang terakhir tetapi di masa mendatang dapat melakukan kunjungan kembali, katanya. (SM)

 

PKS kabupaten Sukabumi calonkan Ir.Totong Suparman sebagai Balon Bupati

Written By PKS LabuhanRatu on Senin, 23 Februari 2015 | 05.18

PKSPalabuhanratu.org -Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya PKS Kabupaten Sukabumi secara resmi memunculkan  Ir. Totong Suparman sebagai Balon Pilkada Kabupaten Sukabumi yang akan diselenggarakan sekitar bulan Desember 2015. keputusan ini merupakan hasil permusyawaratan yang cukup panjang, ditambah beberapa indikator yang mendasari mengapa PKS harus memilih Ir. Totong Suparman  sebagai kader internal yang akan diusung.  Dari hasil survey yang dilakukan oleh partai,  kepada seluruh bakal calon Bupati di Kabupaten Sukabumi, dan tahap seleksi melalui Pemira  Ir.Totong Suparman  masuk dalam 7 besar. Dari hasil itu, DPW dengan persetujuan DPP mengamahkan beliau untuk maju sebagai kandidat calon bupati.

Setelah ada pengumuman ini, kader diharapkan untuk mensosialisasikannya ke masyarakat agar tokoh PKS ini bisa diterima dan dikenal masyarakat sehingga bisa melanjutkan kepemimpinan di kabupaten Sukabumi. Sebagaimana diketahui, Bupati Sukabumi H. Sukmawijaya merupakan kader PKS dan sudah 2 periode menjabat, maka pemerintahan di Kabupaten Sukabumi periode  2015-2020 insya Allah akan dipimpin oleh kader PKS kembali. 

Pada beberapa hari yang lalu dalam sebuah kegiatan, Ketua DPD PKS kabupaten Sukabumi Ir. Totong Suparman mengatakan Pilkada 2015 ini harus dimenangkan oleh kader terbaik, untuk melanjutkan Kabupaten Sukabumi lebih maju dan Sejahtera. PKS tidak mungkin sendiri karena berdasarkan aturan mengharuskan untuk berkoalisi,  karena baru memiliki enam kursi di DPRD. Salah satu upayanya adalah menjalin komunikasi yang inten dengan sejumlah kekuatan politik dari partai politik. 

Partai manakah yang akan diajak berkoalisi dengan PKS?  Suami dari Ary Ruspitasari ini  menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penjajakan komunikasi dengan beberapa partai jelasnya. (SM)

RKI Gelar Seminar Islamic Hypnoparenting

Written By PKS LabuhanRatu on Minggu, 18 Januari 2015 | 13.36

PKSPalabuhanratu.org - Palabuhanratu - Rumah Keluarga Indonesia ( RKI ) Wilayah IV Palabuhanratu Sabtu 17/01/2015 bertempat di gedung PKK Palabuhanratu menggelar seminar peningkatan pengetahuan orang tua tentang seni mendidik anak ala Rasulullah dengan metode Islamic hypnoparenting  yang dinilai akan lebih memudahkan bagi orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Seminar  ini dibuka oleh Ketua RKI wilayah IV Palabuhanratu Reni Sukmawati, S.Pd.I, Dalam sambutannya Reni mengatakan bahwa anak merupakan amanah dari Allah yang merupakan fitnah (ujian) bagi orang tuanya, oleh karena itu orang tua wajib mendidik anak-anaknya,  dengan seminar ini diharapkan akan mendatangkan manfaat bagi orang tua dalam mendidik sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah. Para peserta diharapkan akan mendapatkan informasi serta pemahaman yang berguna sehingga dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari dalam mendidik anak agar menjadi anak yang kuat di masa akan datang.

Acara seminar diikuti oleh sekitar 80 orang peserta dari beberapa perwakilan kecamatan yang ada di wilayah IV Palabuhanratu. Seminar ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKS Leni Liawati, S.Si. 

Narasumber dalam acara seminar  tersebut pihak panitia menghadirkan, yaitu Septian El syakir, S.EL, CNLP, CHT, CI (Pelopor Hypnotherapy Syariah) yang memberikan materi pemaparan mengenai Tumbuh Kembang Anak,  Teori Hypnoparenting. Peserta tanpaknya terhypnotis mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir. (SM)

Wisatawan yang menuju kawasan wisata Palabuhanratu di harapkan hati-hati

Written By PKS LabuhanRatu on Rabu, 31 Desember 2014 | 06.04

PKSPalabuhanratu.org - Kawasan wisata Palabuhanratu yang didominasi wisata pantai dan sungai masih menjadi primadona wisatawan untuk mengisi liburan sekolah yang bertepatan dengan libur tahun baru. Wisatawan yang mengunjungi objek kawasan wisata Palabuhanratu ini kebanyakan didominasi wisatawan lokal dari Sukabumi dan Jabodetabek. 

Menurut pantauan admin, Selasa/30/12/2014 sepanjang pantai mulai dari pantai Karangsari, pantai Citepus, Pantai Cimaja, Pantai Karangpapak, Pantai Karang Hawu, Pantai Kebon Kalapa, Pantai Pajagan, Pantai Cibangban  serta wisata sungai seperti pemandian air panas Cisolok sudah mulai rame dipadati oleh wisatawan. Hotel dan penginapan yang ada di kawasan wisata Palabuhanratu pun mulai penuh dan banyak yang membuking. Puncaknya diprediksi hari ini wisatawan akan membanjiri kawasan wisata Palabuhanratu untuk merayakan pergantian malam tahun baru.

Akan tetapi, kebahagiaan mengisi liburan ini juga harus diperhatikan untuk keselamatan wisatawan. wisatawan dihimbau untuk menjaga keselamatan jiwanya, dilarang mandi di pantai. Karena, pantai yang ada di Palabuhanratu ini mempunyai gelombang yang cukup besar dan tinggi.

Selain itu, bagi wisatawan yang membawa kendaran roda dua ataupun roda empat diharap hati-hati ketika berada di jalan. Karena, menuju kawasaan wisata Pantai Palabuhanratu sepanjang jalan dipenuhi pohon-pohon yang sudah tua. dikhawatirkan pohon tumbang apalagi sekarang musim penghujan dan angin kencang.

TAHUN BARU DALAM PANDANGAN SYARIAT ISLAM

PKSPalabuhanratu.org - Moment pergantian tahun begitu sangat dinantikan oleh setiap orang. Tak jarang diantara mereka yang menyambutnya dengan berpesta ria, meniup terompet di detik-detik terakhir pergantian tahun dan lain-lain. Seakan moment tahun baru merupakan moment istimewa yang tak boleh terlewatkan.
 
Lalu, bagaimana pandangan menurut kaca mata syar'i dalam hal ini ? Benarkah tahun baru harus kita sambut dengan spesial? Semisal saling mengucapkan ucapan selamat, lewat lisan atau tulisan yang kita tulis di kartu ucapan tahun baru. Sedemikian istimewakah makna tahun baru bagi umat manusia terutama kaum muslim?

Coba perhatikan pernyataan Al Imam Ibnu Tammiyah radhiaallahu anhu.
Adapun mengucapkan selamat terhadap syiar-syiar keagamaan orang-orang kafir yang khusus bagi mereka, maka hukumnya haram menurut kesepakatan para ulama, seperti mengucapkan selamat terhadap hari-hari besar mereka dan puasa mereka, seperti mengucapkan semoga hari besar ini diberkahi, dsb.

Sedang Umar bin Khatab ra berkata, terkait dengan momentum tahun baru Masehi atau hari-hari besar lain yang merupakan hari-hari besar orang-orang Yahudi dan Nasrani.
"Janganlah kalian mengunjungi kaum Musyrikin di gereja-gereja ( rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka". (HR. Al Baihaqi, no.18640)

Dari hadist tersebut, jelaslah sudah kalau mengucapkan selamat atau ikut serta dalam merayakan hari-hari besar kaum musyrikin (Tahun baru, Natal, Valentine,dll) hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam. Karena moment tahun baru atau moment-moment lainnya merupakan pencampur adukan antara Al Haq dan kebathilan. Yang lebih banyak nilai mudharatnya, ketimbang sisi positifnya.
 
Sebagai umat Islam tentunya kita harus konsekwen terhadap keyakinan/akidah yang kita anut, karena sesungguhnya merayakan moment tahun baru itu bukanlah budaya Islam, jadi janganlah sekali-kali terpengaruh dan mengadopsinya menjadi bagian dari budaya kaum muslimin.

"Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran". (QS. Al-Baqarah:109)

Coba perhatikan ayat tersebut ! Sesungguhnya, moment tahun baru itu salah satu tipu muslihat orang-orang musyirikin untuk menyesatkan kaum muslimin dari jalan kebenaran, jalan yang penuh dengan cahaya rahmat dan karunia-Nya. Karena sejatinya, kaum musyirikin itu mengetahui kalau agama Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, sehingga hati mereka menjadi dengki dan berusaha mengembalikan keyakinan kaum muslimin pada kekafiran agar jauh dari cahaya Allah.

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang kafir itu, niscaya mereka akan mengembalikanmu kebelakang ( Kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang merugi. (QS. Ali Imran:149)

Sahabatku, apakah kita mau menjadi orang-orang yang merugi? Tentunya, tak ada seorang pun diantara kita yang ingin menjadi orang yang merugi dan amal ibadahnya tertolak oleh Allah Swt. Kalau demikian, mari bersama-sama bersiaga dalam menghalau datangnya budaya kaum musyirikin yang mereka proklamirkan lewat liberalisme, modernitas dan premisivisme budaya.

Daripada merayakan tahun baru dengan berpesta pora, hendaknya kita isi hari-hari kita dengan dzikir dan takhmid kepada Allah, agar hari esok selalu lebih baik dari hari ini. Melakukan tafakur panjang, sangat dianjurkan sebagai bahan renungan dan cermin terhadap eksistensi kita dalam menjalankan dan menegakan syariat Islam selama satu tahun. Mencoba mengingat balik amalan ibadah yang telah kita lakukan selama ini, sudah baikkah kuantitas ibadah kita ? Berapa umur kita sekarang? Masihkah kita bisa menikmati kehidupan untuk satu tahun yang akan datang? Karena setiap waktu bergulir, maka jatah hidup kita pun berkurang.

Seperti perkataan Iman Soyfan Tsauri,
"Sesungguhnya, aku sangat menginginkan satu tahun saja dari seluruh usiaku, seperti Ibnu Mubarak. Tapi aku tak mampu melakukannya, bahkan dalam tiga hari sekalipun". (Nuzhatul Fudhala,2/655)

Hidup didunia hanya selayang pandang, ia begitu singkat sesingkat kilat. Sehingga kita harus memanfaatkan waktu yang ada dengan sefisien mungkin untuk beribadah, karena itulah hakikat hidup manusia di dunia. Untuk melakukan amal sholeh dan beribadah kepada Allah Swt. Bahkan Rasulullah pun bersabda terkait dengan umur manusia.
"Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun". (HR. Turmudzi).

Jadi, mari kita bersama-sama memanfaatkan waktu yang tersisa dan meningkatkan kuantitas ibadah kita kepada Allah Swt. Menjadikan momentum tahun baru untuk mengingat mati. Bayangkan dan renungkan! Bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk kehidupan diakhirat nanti. Apakah kita akan dimasukan kedalam golongan yang menempati Surga-Nya ataukah nerakaNya? Sudah cukupkah bekal kita ? Sahabatku, selagi masih ada waktu mari kita berbenah diri sebelum semuanya menjadi terlambat. 
sumber: https://www.facebook.com/notes/al-quran-dan-hadis/tahun-baru-dalam-pandangan-syariat islam /489407618393


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Palabuhanratu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger