Tokyo  - Satu konferensi perdamaian dengan tuan rumah Perserikatan Bangsa-Bangsa harus bekerja menyingkirkan Presiden Bashar al-Assad dari kekuasaan karena kesalahannya atas kematian puluhan ribu orang, kata Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan di Tokyo Selasa.

"Dalam pertemuan Jenewa 2, kita harus yakin bahwa... semua langkah tidak akan gagal...jadi kita bisa (membawa) suatu era tanpa Bashar al-Assad," kata Erdogan, merujuk pada pembicaraan perdamaian yang direncanakan berlangsung akhir bulan ini di Swiss.

Konflik Suriah diperkirakan telah merenggut lebih 130.000 korban jiwa dan memaksa jutaan lagi meninggalkan rumah-rumah mereka untuk mengungsi.

"Seorang yang telah membiarkan itu terjadi masih berkuasa di puncak kekuasaan tak dapat diterima," kata dia.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah mulai mengirim undangan-undangan ke pembicaraan perdamaian Jenewa 2 tetapi Iran, sekutu kunci Bashar, tidak tercantum dalam daftar pertama undangan, kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq.

Hal itu dapat membantu memuluskan jalan bagi Koalisi Nasional sebagai oposisi yang telah berulang-ulang menyatakan bahwa Iran harus jangan diundang untuk ikut serta.

Sebanyak 30 negara diundang mengikuti pertemuan itu termasuk Arab Saudi, pendukung utama oposisi Suriah, dan juga lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB -- negara-negara tetangga Suriah: Turki, Irak dan Yordania.

Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida juga diperkirakan akan hadir.

"Dalam pertemuan Jenewa I ada beberapa isu yang diangkat dan di Jenewa 2 kami akan yakin bahwa ini tidak akan gagal....Sangat penting Jepang untuk ikut serta," kata Erdogan.

Koalisi, yang memilih kembali Ahmad Jarba sebagai pemimpinnya pada Ahad, akan membahas pada Selasa apakah akan menghadiri pembicaraan itu, walaupun satu kelompok kunci -- Dewan Nasional Suriah -- sudah mengumumkan boikot.

Menlu Amerika Serikat John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov akan bertemu pada 13 Januari 13 dalam usaha memutuskan peran Iran dalam mengakhiri perang saudara di Suriah yang hampir berlangsung tiga tahun, kata Haq.

Erdogan sedang mengadakan lawatan tiga hari di Jepang bersama dengan 100 pejabat dan pengusaha. Tujuannya ialah mendorong hubungan ekonomi dengan Tokyo. Dia juga akan mengunjungi Malaysia dan Singapura.

Dia memberikan kuliah yang selenggarakan oleh surat kabar Nikkei dan kedutaan besar Turki di Jepang, dan tidak membahas situasi politik yang terjadi di dalam negerinya, demikian AFP. (antara)